SEJARAH PSIKOLOGI KOMUNITAS YANG WAJIB DIKETAHUI

Posted on

Hello sobat semua, penulis masih setia nih sobat memberikan ulasan yang menarik buat sobat semua yang tentunya bisa menambah wawasan serta informasi anda. Penulis berharap kebiasaan membaca juga sobat wariskan dan tularkan kepada teman, sahabat, yang ada dilingkungan sekitar anda dan tentunya tidak kalah penting generasi penerus anda ya sobat.

Tidak jauh berbeda dengan ulasan dalam artikel sebelumnya, pada kesempatan kali ini, penulis masih akan membahas mengenai psikologi ya sobat, karena seperti yang sudah kita ketahui bersama, psikologi ini memiliki peran yang cukup penting serta berpengaruh dalam setiap aspek dalam kehidupan kita. Setuju ya sobat. (Baca juga mengenai sejarah psikologi transpersonal)

Adapun pembahasan yang akan kita ulasan dalam artikel kali ini adalah mengenai sejarah psikologi komunitas. Apakah sobat semua sebelumnya sudah pernah mendengar kata psikologi komunitas ini sobat, jika belum pernah ada baiknya sobat menyimak ulasan berikut ini ya sobat karena pastinya dalam kehidupan kita sehari –  hari berhubungan dengan komunitas ya sobat, untuk itu ada baiknya kita memahami bagaimana sebenarnya sejarah psikologi komunikasi tersebut. Yuk sobat, mari kita simak dengan seksama.

Dalam psikologi komunitas penting untuk kita ketahui bersama, bahwasanya sulit untuk pemecahan permasalahan terkait dengan sosial atau lingkungan. Hal ini dipandang karena permasalahan sosial merupakan hal yang sangat komplek. Namanya juga komunitas ya sobat, sudah pasti berhubungan dengan sosial. (Baca juga mengenai sejarah kesadaran dalam psikologi)

Sejarah Psikologi Komunitas

Sebagai suatu pendekatan atau alat yang digunakan untuk kesehatan mental, psikologi komunitas ini telah banyak mengalami atau melewati berbagai perkembangan seiring dengan berkembangnya psikologi itu seniri dalam mencari pendekatan untuk mengatasi permasalahan mental manusia.

Pada akhir 1800 an, Sigmud Freud ( Walsh 1987 ) mengemban perhatian  yang teliti kepada penyakit mental dan penanganan mutakhirnya. Adapun dasar pemikiran Freud ini adalah beranggapan bahwa sebuah gangguan emosional berkaitan dengan kekuatan ingtrapsikis dalam diri seseorang dan disebabkan perhatian kealam bawah sadar. (Baca juga mengenai sejarah psikologi eksperimen)

Selanjutnya, Freud memberikan warisan sebuah penanganan yang membidik / berfokus kepada individudividei pada masyarakat ). Freud juga mengorientasikan penyembuh profesional untuk memeriksa setiap bagian dari individu dari keadaanya saat ini sebagai penyebab dari gangguan dan memandang kecemasan / gangguan mendasar sebagai suatu hal yang selalu muncul pada kehidupan sehari – hari.

Nah sobat semua sedangkan  sejarah psikologi komunitas ini mulai berkembang di Amerika sejak tahun 1955, katika diumumkan Undang – Undang tentang pengembangan konsep kesehatan mental komunitas untuk mengurangi jumlah rusamh sakit jiwa.

Pada tahun 1963, Kennedy Bill mengemukakan sistem komprehensif dalam layanan kesehatan mental, melakukan deteksi dini, dan gangguan kesehatan mental yang dapat menurunkan jumlah penderita yang dimasukkan ke Rumah Sakit Jiwa ( RSJ ). (Baca juga mengenai sejarah intelegensi dalam psikologi)

Sedangkan apda tahun 1965, dianggap sebagai kelahiran psikologi komunitas, dan pada saat itu pula diadakan konferensi dimana apda konferensi tersebut para psikolog membahas mengenai mada depan dan peran kesehatan mental , dan tak lama kemudian terbentuklah community psychology yan disebut dengan badan American Psychological Community (  APS ).

Sementara itu sobat, di negara kita sendiri negara Indonesia yang tercinta ini, Piskologi Komunitas dibahas sebagai “ Kesehatan Masyarakat “  dalam disiplin ilmu kedokteran dan ilmu kesehatan masyarakat. Psikologi komunitas ini juga merupakan atau sub bagian dalam psikologi sosial, psikologi sosiologi serta berbagai ilmu –  ilmu sosial yang lainnya.

Namun sobat terkasih, dalam hal ini psikologi komunitas itu sendiri akan diuraikan sebagai suatu kegiatan yang berkaitan dengan memberi bantuan kepada orang lain dalam hal gangguan emosional, penyesuain diri dan masalah – masalah psikologi yang lainnya.

Psikologi komunitas haruslah memiliki orientasi riset yang kuat, karena akan sanagt tergantung kepada suatu dugaan yang mengarah kepada permasalahan – permasalahan sosial yang akan  muncul sesuai dengan kondisi yang ada. (Baca juga mengenai sejarah intelegensi dalam psikologi)

Psikologi komuniats ini sama hal nya seperti psikologi sosial didalam pengambilan suatu sistem atau kelompok melalui pendekatan kepada tingkah laku manusia, akan tetapi lebh terkait kepada sesuatu pengetahuan psikologi untuk memecahkan permasalahan sosial, sedangkan untuk psikologi sosial sendiri lebih berorientas kepada fenomena – fenomena  interaksi individu kepada lingkungan sosialnya.

Nah sobat semua, kira –  kira seperti itulah beberapa perkembangan sejarah psikologi yang bisa penulis sampaikan kepada sobat semua dalam artikel kali ini. Selain membahas menani sejarah psikologi komunitas tersebut, kita juga akan membahas mengenai pengertian dan sasaran  dari psikologi komunitas tersebut. Berikut ulasannya untuk anda.

Pengertian Psikologi Komunitas

Adapun yang dimasud dengan psikologi komunitas adalah sebuah pendekatan kesehatan mental yang menekankan peranan lingkungan yang nantinya dapat mengurangi masalah atau bahkan menghilangkan masalah dalam lingkungan sosial.

Atau dengan kata lain, psikologi komunitas juga dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang berhubungan dengan pemberian bantuan kepada orang lain dalam hal gangguan emosional, penyesuain diri dan juga masalah psikologisnya. (Baca juga mengenai sejarah psikologi dalam pendidikan)

Sasaran Psikologi Komunitas

Adapun yang menjadi sasaran psikologi komunitas adalah  :

Untuk menerapkan “ mencegah lebih baik dari pada mengobati “ dalam hal hal lingkungan sosial ( prevention rather than treathment )
Melakukan pelatihan terhadap kekuatan dan kompetensi ( emphasis on strenghs on competencies )
Pandangan / persektif ekologi ( importance of the ecological perpective )
Menghargai adanya keberagaman ( respect for diversity )
Peningkatan kemampuan individu ( empowerment )
Pemilihan diantara beberapa alternative ( choice among alternative )
Melakukan penelitian ilmiah ( action research )
Perubahan sosial ( sosial changes )
Kerja sama dengan ilmu yang lainnya ( collaboration with other discipline )
Rasa kebersamaan ( a sense of community )

Nah sobat semua, alangkah begitu penting dan luasnya bukan pengertian dan cakupan serta sasaran dari psikologi komunkitas ini. Untuk itu, alangkah baiknya jika kita semua mengaplikasikan psikologi komunitas tersebut dalam kehidupan kita sehari – hari ya sobat.

Sekian informasi mengenai psikologi komunikasi yang bisa penulis bagikan buat sobat semua dalam artikel kali ini, semoga membawa banyak manfaat ya sobat. Sampai ketemu di artikel selanjutnya. Terima kasih sudah berkunjung dan meluangkan waktu untuk membaca artikel kali ini. Salam hangat selalu dari penulis.

PSIKOLOGI KEPRIBADIANPSIKOLOGI KOMUNIKASIPSIKOLOGI PENDIDIKANPSIKOLOGI PERKEMBANGANPSIKOLOGI SOSIALTEORI PSIKOLOGI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *