GANGGUAN EMOSIONAL: PENYEBAB – CONTOH DAN CARA MENGATASINYA

Posted on

Salah satu gangguan mental yang dapat terjadi pada manusia adalah gangguan emosional. Sebenarnya, setiap orang memang memiliki berbagai macam emosi sebagai respons atas stimulus atau suatu hal yang dirasakan. Akan tetapi, jika penggunaan emosi individu tidak sesuai dengan kondisi yang terjadi atau ditunjukkan secara berlebih, maka kemungkinan terdapat gangguan pada proses emosi individu tersebut.

Pengertian Gangguan Emosional

Menurut KBBI, gangguan adalah suatu hal yang menyebabkan ketidakwarasan atau ketidaknormalan (tentang jiwa, kesehatan, pikiran). Sedangkan emosi adalah keadaan dan reaksi psikologis dan fisiologis (seperti kegembiraan, kesedihan, keharuan, kecintaan).

Dalam sumber lain, gangguan emosional diartikan sebagai hambatan dalam proses penyesuaian diri melalui tingkah laku yang kurang sesuai dengan nilai dan norma dalam kelompok usia atau masyarakat secara umum sehingga memberikan kerugian bagi diri sendiri maupun orang lain.

Ciri-ciri Gangguan Emosional

Sering kali, gangguan emosional dikaitkan dengan anak-anak atau remaja. Namun, orang dewasa bahkan lansia juga dapat merasakan gangguan ini yang ditunjukkan dengan beberapa ciri-ciri sebagai berikut:

Tidak mampu berperilaku sesuai dengan situasi karena kurangnya kemampuan menyesuaikan diri.
Tidak mampu membangun hubungan pertemanan dengan teman sebaya.
Mudah terpancing emosionalnya, seperti mudah marah atau sedih jika sesuatu tidak berjalan sesuai keinginannya.
Merasa stres atau cemas dari hal-hal kecil.
Muncul gejala fisik dalam kondisi tertentu yang muncul ketika ada gangguan emosional.
Suka bertindak agresif, destruktif, mengganggu, dan sulit diajak kooperatif.
Bertindak melanggar aturan atau norma, seperti norma sosial, suslila, agama, dan hukum.
Penyebab Gangguan Emosional

Penyebab beberapa gangguan emosi pada individu belum dapat diketahui secara pasti karena terdapat berbagai variabel yang bisa mempengaruhi. Akan tetapi, penyebab tersebut dapat dikelompokkan secara umum ke dalam beberapa faktor yang dapat menimbulkan tanda-tanda gangguan emosional, di antaranya:

Faktor biologis
Kondisi biologis terbukti memiliki hubungan terhadap gangguan emosi, seperti gangguan yang mempengaruhi kondisi janin di dalam kandungan, kurangnya nutrisi yang diterima tubuh sejak usia dini (Ashen & Janes, 1978), serta kondisi genetik dalam keluarga yang sudah mengalami gangguan sebelumnya.
Faktor lingkungan
Gangguan emosional juga bisa muncul dari faktor di luar individu, yaitu faktor lingkungan. Perlakuan orang sekitar yang buruk, pengalaman peristiwa traumatis, kurangnya perhatian dari orangtua, kurangnya interaksi dengan teman yang baik, serta konsumsi alkohol atau obat-obatan terlarang dapat berpengaruh terhadap kondisi emosional individu.
Penyakit kronis
Terdapat studi yang menunjukkan keterkaitan yang kuat antara penyakit kronis dengan gangguan emosional. Penyakit seperti tumor, stroke, TBC, hepatitis, diabetes mellitus, serta jantung dapat menimbulkan gangguan emosional. Terbukti dalam penelitian yang menemukan bahwa individu dengan satu penyakit kronis memiliki 2,6 kali risiko lebih besar mengalami gangguan emosional. Ditambah lagi, jika individu memiliki komplikasi penyakit kronis, maka risiko gangguan emosionalnya akan lebih besar.
Contoh Gangguan Emosional

Orang dengan gangguan emosional dapat memiliki perilaku yang berdampak negatif bagi dirinya. Misalnya, malas belajar, mudah marah terhadap masalah kecil, sering menunjukkan ketidakpuasan dalam banyak hal atau dalam perilaku yang lebih parah melampiaskan emosi dengan hal-hal seperti bertengkar, berjudi, melakukan kejahatan, menggunakan obat-obatan terlarang.

Peristiwa traumatis yang menimbulkan munculnya kesedihan yang mendalam juga merupakan bentuk gangguan emosional. Contohnya terdapat dalam suatu penelitian, di mana hasilnya menunjukkan bahwa bencana dapat berakibat pada kesedihan yang parah. Contoh lainnya, kesedihan karena berpisah dengan orangtua juga menjadi bentuk gangguan emosional.

Dampak Gangguan Emosional

Gangguan emosional yang dimiliki seseorang pasti berdampak bagi dirinya atau bahkan orang lain di sekitarnya. Berikut adalah dampak dari gangguan emosional, yaitu:

Kurangnya kemampuan berinteraksi dengan orang lain
Individu dengan gangguan emosional terkadang sulit untuk mampu mengendalikan diri ketika emosinya sedang tidak stabil. Hal ini tentu saja membuat orang lain, terutama yang tidak terlalu dekat merasa kurang nyaman. Di sisi lain, gangguan emosional juga membuat individu kurang peka terhadap perasaan orang lain karena lebih fokus pada emosi yang dirasakan. Oleh sebab itu, orang lain kurang mampu merasakan kedekatan dan hubungan yang baik.
Perkembangan kepribadian terganggu
Setiap manusia pasti mengalami tahapan perkembangan secara fisik, emosi, serta kognitif. Ketiga aspek tersebut berkaitan dengan kepribadian individu. Apabila terdapat gangguan emosi selama masa perkembangan, maka kemungkinan terdapat hambatan atau kendala bagi individu untuk mendapatkan tujuan perkembangan yang sesuai dengan usianya. Orang dengan gangguan emosional bisa saja memiliki masa perkembangan yang terlambat sehingga tidak sesuai dengan usianya.
Penyakit fisik
Gangguan emosional memiliki pengaruh terhadap kondisi fisiologis. Pada umumnya, gangguan yang muncul seperti sakit perut, migrain, sesak napas, jantung berdetak lebih kencang, keluar keringat dingin, nyeri dada, gangguan saraf, atau kondisi-kondisi lain yang muncul akibat perubahan emosi.
Menurunnya produktivitas
Individu yang memiliki gangguan emosional pada umumnya tidak selalu bisa beraktivitas seperti biasa sebab kondisi emosionalnya sering tidak stabil dan berpengaruh pada aktivitas yang dilakukan. Dalam perasaan yang sedang sedih atau marah, individu belum tentu dapat mengerjakan sesuatu dengan maksimal seperti ketika dalam emosi yang stabil.
Permasalahan dalam bidang akademik
Bagi pelajar atau mahasiswa yang memiliki gangguan emosional, gangguan tersebut dapat mempengaruhi prestasi serta hasil belajar yang sudah dilakukan. Hal ini dikarenakan kondisi emosi yang kurang stabil dapat memecah fokus sehingga sulit untuk berkonsentrasi ketika sedang belajar.
Cara mengatasi Gangguan Emosional

Gangguan emosional bukanlah suatu kondisi yang tidak dapat disembuhkan sama sekali. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi atau setidaknya agar gangguan lebih dapat dikendalikan, yaitu:

Mengatur napas untuk mendapat ketenangan ketika menyadari sedang berada dalam fase gangguan. Memang sulit melakukan hal ini, terutama karena saat emosi, sulit untuk berpikir secara jernih. Namun, teruslah berlatih sehingga lama-kelamaan gangguan emosi dapat lebih dikontrol.
Menemukan penyebab munculnya gangguan emosional sebab hal ini penting untuk dapat menemukan solusi yang tepat untuk proses penyembuhannya. Berdasarkan beberapa faktor penyebab di atas, individu dapat berkonsultasi dengan ahli untuk mengetahui stimulus apa yang membuat gangguan emosionalnya muncul.
Pendampingan dan dukungan dari keluarga atau teman dekat dapat membantu individu melewati masa sulit menghadapi gangguan emosional yang dirasakan. Keluarga dan teman dapat memberikan perhatian, menjadi pendengar yang baik, serta meyakinkan individu bahwa mereka akan selalu ada dan tidak akan meninggalkan dirinya.
Melakukan kegiatan yang menyenangkan seperti hobi atau aktivitas bersama. Misalnya, membaca buku, menari, melukis, memasak, berkebun, bermain alat musik, atau sekadar berbincang-bincang dengan orang terkasih dapat membantu individu untuk mengalihkan emosi negatif yang dirasakan agar tidak melakukan hal-hal yang cenderung negatif.
Melampiaskan emosi pada hal yang positif dengan membuat karya, seperti lirik lagu, puisi, gerakan tari, buku, podcast, atau hal-hal lainnya yang dapat membantu mengembalikan emosi menjadi stabil kembali tanpa harus melakukan aktivitas yang destruktif atau merugikan orang lain.
Konsultasi dengan spesialis kejiwaan seperti psikolog dan psikiater sangat diperlukan untuk dapat mengetahui diagnosis yang tepat terhadap gangguan, mencari penyebab munculnya gangguan, serta upaya yang harus dilakukan untuk mengatasi gangguan emosional ini. Selain itu, psikolog dan psikiater juga dapat memberikan bimbingan serta pemantauan secara berkala untuk melihat kondisi individu dari waktu ke waktu.
Tekad yang kuat adalah hal yang paling penting jika ingin sembuh dari gangguan emosional oleh karena itu, niat dan konsistensi individu dalam melakukan berbagai cara atau treatment yang harus dijalani meskipun tidak mudah atau membutuhkan waktu lama. Tanpa adanya hal ini, sulit untuk penderitanya segera pulih dan dapat menjalankan kehidupan secara normal.
GANGGUAN EMOSIONALGANGGUAN PSIKOLOGI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *