9 CARA MEMOTIVASI KARYAWAN YANG MALAS, DIJAMIN KARYAWAN JADI SEMANGAT!

Posted on

Memotivasi karyawan merupakan aspek yang penting dalam sebuah perusahaan. Sebab akan meningkatkan performa bisnis maupun individu setiap karyawan. Menurut riset yang dilakukan oleh George Horace Gallup, yang merupakan pendiri dari Gallup, Inc. sebuah perusahaan konsultasi manajemen kinerja global asal Amerika mengatakan bahwa sangat disayangkan sekali karena ada banyak perusahaan yang harus gagal berkembang karena tingkat karyawan yang termotivasi hanya sekitar 13%.

Tentu saja bagi Anda yang memiliki perusahaan atau bagi Anda yang memiliki jabatan tinggi sehingga harus bertanggung jawab terhadap perusahaan dan para karyawan tidak ingin perusahaan yang Anda bangun atau tempat Anda bekerja mengalami kebangkrutan. Maka Anda harus memiliki strategi atau cara khusus untuk menghadapi karyawan yang pemalas. Karena pegawai yang malas akan memengaruhi kinerja perusahaan dan akan menghambat tercapainya tujuan perusahaan.

Maka jika hal itu tidak ingin Anda alami, sudah sewajarnya Anda mengetahui apa saja cara atau tips yang dapat memotivasi karyawan agar dapat produktif dan semangat selama bekerja.

Tapi… untuk menyampaikan suatu motivasi pada setiap karyawan Anda, perhatikan juga cara Anda berucap. Jangan sampai ucapan Anda yang bermaksud untuk memberi motivasi malah membuat karyawan Anda tersinggung. Jika sudah begitu, kesalahan malah semakin fatal dan membuat kinerja mereka makin memburuk.

Jadi, ayo! Mari simak tips yang baik dalam memotivasi karyawan agar kembali semangat bekerja

1. Memberi Penjelasan Tentang Tujuan Serta Visi dan Misi Perusahaan

Menjelaskan kembali kepada karyawan tentang visi dan misi perusahaan beserta tujuan bisnis yang Anda miliki secara rinci dan pastikan mereka memahaminya. Ketika Anda berniat menjelaskannya, ada dua pilihan yang dapat digunakan ketika ingin membangun pembicaraan kepada karyawan Anda yang pemalas itu.

Misalnya berupa pertemuan formal seperti meeting, ataupun acara non formal seperti mengajaknya makan siang atau makan malam. Barulah disitu Anda mulai percakapan yang membahas mengenai visi, misi, dan tujuan perusahaan Anda dibangun. Dengan adanya keterbukaan itu, diharapkan Anda akan dapat lebih mudah dekat dengan mereka dan dapat mengarahkan mereka agar lebih rajin dan semangat dalam melakukan pekerjaannya.

2. Beri Perhatian dan Semangat

Yang membuat karyawan menjadi malas mungkin juga karena mereka merasa jenuh dan lelah dengan pekerjaannya. Dan sebagai pemimpin yang baik, Anda haruslah sering mengunjungi kubikel para karyawan. Memberinya perhatian seperti menanyai kabar mereka, kesulitan apa yang mereka hadapi, dan jangan lupa berikan mereka aura positif dalam bentuk kata-kata penyemangat.

Dengan melakukan hal seperti itu ke tempat kerja mereka, Anda akan mudah mengontrol dan melakukan pendekatan terhadap para karyawan Anda. Dijamin, mereka tidak akan malas-malasan jika Anda selalu pergi untuk mengontrol kinerja mereka.

3. Memberikan Bonus sebagai Bentuk Apresiasi Kerja Karyawan

Bagi para karyawan, tujuan mereka bekerja tentu saja untuk mendapatkan uang sebagai sumber penghasilan mereka. Hal itu lah yang membuat mereka menjadi semangat bekerja. Faktor internal seperti mendapatkan penghasilan akan membuatnya selalu bersemangat dalam melakukan pekerjaan. Maka dari itu, untuk mengapresiasi kinerja mereka, sebaiknya Anda sebagai pemimpin tidak ada salahnya memberikan bonus tambahan kepada para karyawan Anda. Seperti menambah nominal gaji mereka atau memberi mereka tiket liburan untuk refreshing akibat penat bekerja. Karena pemimpin yang royal terhadap karyawannya akan membuat mereka bahagia dan semakin semangat lagi dalam bekerja, karena merasa pekerjaan mereka diapresiasi oleh Anda.

Namun apabila Anda tidak peka dan tidak pernah memberi bonus tambahan untuk para karyawan Anda, mungkin karena itulah mereka menjadi karyawan yang pemalas. Mereka jenuh dan butuh hiburan. Tentu saja kinerja mereka yang memburuk itu akan menghambat proses berkembangnya perusahaan Anda. Maka dari itu, setidaknya seringlah Anda memberi perhatian terhadap mereka.

4. Menegurnya dengan Cara yang Baik

Tidak selamanya karyawan melakukan tugasnya dengan baik dan sempurna. Adakalanya mereka melakukan kesalahan dalam bekerja. Nah, ketika Anda mendapati masalah yang seperti itu, jangan menegur mereka dengan ucapan-ucapan buruk yang akan berakhir menyakiti mereka. Jangan juga menegurnya di hadapan karyawan-karyawan yang lain. Ajaklah karyawan yang melakukan kesalahan itu untuk duduk berdua dengan Anda, mengobrol santai dengan maksud menegurnya secara baik-baik dan memberinya saran tentang kesalahan yang telah karyawan itu perbuat.

Kalo Anda menegurnya dengan cara yang buruk dan menyakitkan, akan dapat dipastikan bahwa bukannya karyawan itu menyadari kesalahannya, yang ada malah karyawan itu tambah malas mengerjakan pekerjaannya karena ikut sebal terhadap cara Anda dalam menegurnya. Anda tidak mau hal itu terjadi kan?

5. Membangun Kepercayaan Diantara Anda dan karyawan

Membangun kepercayaan diantara Anda dan karyawan adalah hal yang sangat penting. Hal itu dikarenakan dengan adanya rasa kepercayaan tersebut akan membuat karyawan lebih giat dalam bekerja. Pendekatan personal seperti itu dilakukan agar Anda selalu dapat mengawasi dan menjaga mereka. Dan dengan kepercayaan yang karyawan dapatkan dari Anda akan membuat karyawan lebih santai dan nyaman dalam melakukan tugasnya karena karena merasa sudah mendapat kepercayaan dari Anda.

Tentu saja hal itu akan berdampak baik bagi perusahaan karena dengan para karyawan yang mengerjakan tugasnya dengan perasaan yang nyaman, akan membuat mereka lebih teliti, dan jarang atau setidaknya hanya sedikit melakukan kesalahan terhadap pekerjaannya.

6. Mengadakan Liburan Bersama

Penat akibat menumpuknya pekerjaan akan membuat para karyawan jenuh dan membuatnya kehilangan semangat atau mood dalam menjalani pekerjaannya. Maka, memberinya liburan bersama adalah hal dan dapat meningkatkan mood mereka. Kegiatan ini selain menyenangkan dan menghibur juga dapat membuat Anda menjadi lebih dekat dengan para karyawan. Dapat lebih memerhatikan bagaimana sifat dan watak sesungguhnya yang dimiliki para karyawan Anda.

Liburan bersama juga tidak hanya akan membuat kekompakan diantara karyawan dengan karyawan lainnya, melainkan juga dengan Anda sebagai pemimpin. Hal itu tentu saja menguntungkan bagi perusahaan, sebab jika kekompakan sudah terjalin, komunikasi diantara para karyawan juga dengan Anda sebagai pemimpin dapat terjalin dengan bagus dan itu dapat membuat kinerja antara karyawan dan perusahaan berjalan dengan mulus.

7. Perlakukan Karyawan dengan Baik

Cobalah untuk memperlakukan karyawan Anda dengan baik. Jangan memperlakukan mereka dengan sangat keras dengan alasan bahwa mereka hanya bawahan Anda. Jangan juga memperlakukan mereka selaiknya robot yang bekerja tanpa henti dengan memberikan mereka beban pekerjaan yang melebihi kemampuan mereka. Jangan menekan mereka dengan target-target yang mestinya dicapai.

Biarkan mereka bekerja sekuat dan semampunya dan biarkan mereka istirahat dengan cukup. Ingatlah bahwa mereka bekerja untuk perusahaan Anda. Jika Anda terlalu menguras tenaga mereka, yang ada Anda malah membuat mereka stres, penat, jenuh, dan malas bekerja. Tentu saja pada akhirnya itu akan merugikan perusahaan Anda, dan pasti Anda juga tidak ingin mengalami kerugian, bukan?

Dan ingatlah untuk memperlakukan mereka dengan semestinya sebagaimana kamu sebagai manusia. Adakalanya mereka lelah. Jadi berikanlah hak mereka untuk beristirahat setelah lelah bekerja.

8. Jangan Mencela Kekurangannya

Setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing termasuk juga Anda sebagai pemimpin. Maka dari itu, daripada Anda terlalu berfokus dan mencela kekurangan yang dimiliki karyawan Anda, ada baiknya Anda memuji kinerja mereka dalam bekerja. Tidak akan ada ruginya bagi Anda untuk memuji mereka, karena dengan begitu secara tidak langsung Anda justru membuat para karyawan Anda lebih bersemangat dan termotivasi lagi dalam bekerja.

Dengan menjadi pemimpin, Anda harus lebih bijaksana dalam bersikap. Alih-alih mencelanya hingga membuatnya stres dan tidak percaya diri, lebih baik Anda memberinya semangat agar kepercayaan dirinya bangkit kembali.

9. Memberikan Pelatihan Karir

Dengan memberikan kesempatan para karyawan Anda dengan mengadakan program pelatihan untuk meningkatkan kemampuan mereka, karyawan Anda akan menjadi lebih semangat dan tidak malas lagi karena sudah dibekali ilmu-ilmu yang bermanfaat selama mengikuti program pelatihan tersebut. Hal itu tentu akan berimbas pada hasil kerja mereka yang akan sangat memuaskan.

Nah, untuk Anda para pemimpin yang mungkin sedang kebingungan bagaimana caranya menghadapi karyawan-karyawan Anda yang malas. Semoga artikel ini dapat membantu Anda mengatasi rasa malas mereka dalam bekerja. Atau mungkin, jikalau Anda belum pernah menghadapi karyawan yang malas, ada baiknya Anda tetap membaca artikel ini sebagai bentuk pencegahan dan tetap melakukan tips tersebut agar dikemudian hari, tidak ada alasan lagi bagi para karyawan Anda untuk bersikap malas dalam menjalani pekerjaannya.

KARYAWANMOTIVASI KERJAPSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *