5 ARTIS YANG MENGALAMI GANGGUAN BIPOLAR BESERTA RIWAYATNYA

Posted on

Gangguan bipolar merupakan salah satu gangguan psikologis yang menyebabkan penderitanya akan mengalami fase mania, di mana ia akan sangat bersemangat dan beraktivitas tanpa henti serta fase depresi, di mana ia akan sangat sedih, putus asa, dan bahkan tidak ingin hidup. Gangguan ini dapat dirasakan oleh siapa saja, tanpa kecuali publik figur. Berikut adalah 7 publik figur yang mengalami gangguan bipolar:

1. Rachel Vennya

Pada tahun 2014 silam, Rachel atau yang saat ini akrab dipanggil Buna pernah mengumumkan bahwa ia mengalami bipolar. Akan tetapi, saat itu stigma negatif masih melekat pada penderita gangguan bipolar dan ia merasa sangat kesulitan karena gangguan tersebut sehingga ia pun menutup rapat kondisinya dari publik.

Enam tahun berikutnya, Rachel kembali mengunggah sebuah video di kanal YouTube miliknya yang menceritakan tentang kisah bipolar yang ia alami bersamaan dengan pernyataan mantan suaminya, Niko Al Hakim bahwa ia mengalami GAD atau generalized anxiety disorder.

Rachel mengatakan bahwa gangguan psikologis yang ia alami sudah muncul gejalanya sejak kecil. Ketika ia sedang merasa marah, ia bisa berjalan kaki ke luar rumah kemudian berlari sambil menangis seperti orang gila. Bahkan, ia mengaku pernah membenturkan kepalanya ke tembok karena Rachel berpikir tidak ada yang menginginkan kehadirannya.

Hingga pada tahun 2013, ia melakukan percobaan bunuh diri karena ada masalah yang sangat berat. Namun, keluarganya justru berpikir ia sedang dirasuki setan sampai sering diperdengarkan suara azan. Akhirnya, keluarga Rachel membawanya ke rumah sakit untuk mendapat perawatan dan didiagnosis mengalami bipolar berdasarkan gejala-gejala seperti  terlalu bersemangat, impulsif, dan mudah hilang fokus.

2. Marshanda

Marshanda adalah seorang aktris, penyanyi, dan penulis lagu kelahiran Jakarta, 10 Agustus 1989 yang kini sudah berusia 32 tahun. Video yang diunggah Marshanda pada tahun 2009 membuat publik sangat terkejut karena berisi luapan emosi kemarahan sekaligus kesedihan yang dirasakan Marshanda.

Ibu satu anak yang akrab dipanggil Chaca ini mengaku bahwa video tersebut merupakan bentuk pelampiasan dari perasaan yang sudah lama ia pendam. Menurutnya, saat itu mungkin ada hormon-hormon yang tidak keluar di otak sehingga ia tidak lagi dapat mengendalikan perilakunya

Hal tersebut diduga menjadi dampak dari gangguan bipolar yang dialaminya karena terdapat trauma di masa lalu, yakni perundungan di sekolah dasar. Selain itu, Marshanda juga mengungkapkan bahwa gangguan tersebut juga diakibatkan pola asuh orang tuanya.

Saat ini, kondisi Marshanda sudah semakin membaik karena ia melakukan berbagai upaya penyembuhan, seperti treatment, konseling, menghadiri seminar, mempelajari ilmu psikologi, mengenal diri sendiri, dan mencari cara untuk menyembuhkan diri sendiri yang dapat ia lakukan demi dirinya sendiri, anak, keluarga, manajemen, serta penggemar-penggemarnya.

3. Mariah Carey

Awalnya, ia merasakan sesuatu yang saat itu ia pikir sebagai gangguan tidur. Kemudian ia merasa hal itu bukanlah insomnia biasa karena ketika ia terjaga, ia tidak sekadar berbaring dan menunggu waktu sampai mengantuk, tetapi ia terus menerus bekerja sepanjang hari karena mengerjakan sebuah album dan ia merasa sangat khawatir akan mengecewakan orang lain.

Hal tersebut kemudian Carey ketahui sebaga episode mania. Di sisi lain, ia juga merasakan episode depresi ketika hanya memiliki energi yang sangat rendah, merasa sendirian, sedih, bahkan merasa bersalah bahwa ia tidak melakukan apa yang seharusnya ia lakukan untuk kariernya.

Akhirnya, ia didiagnosis mengalami gangguan bipolar tipe II pada tahun 2001. Akan tetapi, saat itu ia tidak ingin mempercayainya. Hingga ia merasakan tahun-tahun yang sangat berat dan menyadari bahwa hidup dalam rasa denial, isolasi, dan rasa takut seseorang akan mengeksposnya membuat Carey merasa beban yang ia pikul sudah terlalu berat.

Carey perlahan-lahan menerima kondisinya, mencari dan menerima perawatan, mengatasi bipolar yang ia alami dengan mengkonsumsi obat-obatan, serta menempatkan orang-orang positif di sekitarnya. Dengan demikian, ia dapat kembali melakukan hal yang disukai dan menulis lag serta membuat musik.

4. Selena Gomez

Penyanyi, produser, dan aktris yang terkenal sejak kecil hingga sampai sekarang berasal dari Grand Prairie, Texas. Ia dilahirkan pada tanggal 22 Juli 1992  dan saat ini sudah berusia 29 tahun. Ia sangat terkenal dalam membintangi berbagai judul film dan series di saluran Disney sejak tahun 2002 silam. Akan tetapi, di balik kesuksesannya, mantan kekasih Justin Bieber ini mengalami berbagai gangguan psikologis.

Pada tahun 2016 silam, Selena memutuskan untuk berhenti sejenak dari dunia hiburan karena beberapa gangguan psikologis yang dialaminya. Kecemasan, serangan panik, dan depresi yang dirasakan Selena diduga merupakan akibat dari penyakit lupus yang diderita Selena sejak lama dan di tahun 2015, ia sampai harus melakukan kemoterapi.

Lupus merupakan penyakit yang menyebabkan peradangan ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan dan organnya sendiri. Menurut co-CEO dan wakil presiden dari Lupus Research Alliance, Kenneth M. Farber, tidak banyak orang yang menyadari bahwa lupus dapat menyebabkan efek samping seperti depresi, kecemasan, dan serangan panik. Dalam hal ini, Selena meningkatkan kesadaran masyarakat yang sering kali masih salah paham.

Selena pun mengatakan bahwa dampak dari lupus sangat luas dan berbeda pada setiap orang. Untuk mengatasi dampak gangguan psikologis yang ia rasakan, Selena memprioritaskan proses penyembuhannya. Ia memilih untuk memelihara kembali kesehatannya dan kebahagiaannya dengan berhenti sejenak sembari terus didampingi oleh profesional.

Kemudian, kabar mengejutkan datang pada tahun 2020, di mana Selena mengungkapkan kondisi mentalnya bahwa saat itu ia didiagnosis mengalami gangguan bipolar dalam sesi live Instagram Bright Minded bersama Miley Cyrus. Awalnya ia ragu untuk membicarakan hal ini karena di Texas, tempat kelahirannya, isu tentang kesehatan mental tidak banyak dikenal. Namun, kemudian ia melihat banyak anak-anak, remaja, serta dewasa muda yang membutuhkan kesadaran akan pentingnya isu tersebut dan ternyata hal ini menghilangkan rasa takutnya.

5. Demi Lovato

Pada tahun 2011, Demi pernah melalui masa-masa rehabilitasi karena ia didiagnosis mengalami gangguan bipolar. Salah satu pemicu gangguan bipolar yang ia alami adalah karena masa kecilnya yang buruk. Ia pernah mengalami bullying karena kondisi fisik yang dimilikinya hingga beberapa kali sempat melakukan percobaan bunuh diri.

Selama beberapa tahun, orang-orang menyebut Demi mengalami depresi, tetapi ia sendiri pun tidak mengetahui mengapa dirinya bisa sangat kesal dan sangat bersemangat (episode mania). Saat itu, ia memilih untuk mencoba mengobati diri sendiri dan menutupi hal yang dialami sebab ia pun belum mengetahuinya secara pasti. Setelah itu, karena gangguan yang ia rasakan sudah terlalu lama dan sangat mengganggu, Demi memutuskan untuk berkonsultasi.

Akhirnya, Demi terbukti mengalami bipolar dan ia mendapatkan pengalaman di masa pengobatan yang menurutnya menyenangkan. Hal tersebut dikarenakan ia bertemu dengan dokter yang sangat luar biasa dan membantunya untuk memahami bahwa ia harus hidup dengan bipolar. Di sisi lain, keluarganya, timnya, dan support system-nya yang lain juga membantunya untuk hidup lebih baik.

ARTISBIPOLARGANGGUAN PSIKOLOGI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *