GANGGUAN PERILAKU MYTHOMANIA

Posted on

Apa itu mythomania menurut psikologi? Mythomania menurut psikologi adalah penyakit kompulsif dimana individu akan mudah untuk berbohong dalam jangka waktu yang lama. Bahkan, individu yang suka berbohong ini akan terus menjadikan kebiasaan negatif ini sepanjang hidupnya. Kebohongan yang dibuatnya sering kali cenderung berlebihan untuk menutupi kondisi dirinya.

Pengertian Mythomania menurut psikologi

Pada dasarnya hampir semua individu pernah melakukan kebohongan, dan biasanya dilakukan dengan cara menceritakan sesuatu yang tidak sesuai dengan fakta pada individu lain. Kebohongan bisa jadi dilakukan untuk melindungi sesuatu atau memang diniati untuk menipu individu. Hanya saja, kebiasaan untuk tidak jujur ini bagi beberapa individu adalah hal yang sulit ditinggalkan. Baca juga mengenai : pentingnya olahraga untuk kesehatan mental

Banyak individu yang suka berbohong bahkan sering melakukan kebohongan tanpa disadari dan baru disesali setelah terlanjur dipercaya banyak individu. Penyakit suka berbohong ini bisa dijabarkan sebagai kondisi dimana individu ingin sekali mendapatkan perhatian besar dari individu lain, namun karena keinginan yang sangat kuat ini, individu rela untuk menceritakan sebuah cerita bohong agar dipercaya dan diperhatikan oleh individu lain. Baca juga mengenai : dampak prostitusi bagi kesehatan mental wanita

Memiliki 2 kategori

Penyakit mythomania menurut psikologi sendiri bisa dibagi menjadi dua katergori: ringan dan akut. Mereka yang masih dalam tahap ringan, biasanya hanya menceritakan beberapa cerita karangan yang tidak berdampak besar bagi individu lain dan hanya untuk mendapatkan perhatian. Baca juga mengenai : alasan tidak boleh mengabaikan gangguan mental

Sementara mereka yang memang sudah mengalami permasalahan mental akut, dimana kepribadiannya sudah cenderung memanipulasi segala hal, sangat narsis dan memerhatikan penampilan, serta cenderung mudah berinteraksi sosial dengan cara membual. Baca juga mengenai : alasan pentingnya keluarga dalam menjaga kesehatan mental

Meski semua individu pernah melakukan banyak kebohongan sepanjang hidupnya, apakah hal ini menandakan adanya mythomania menurut psikologi? Jawabannya adalah tidak. Individu yang mengalami mythomania menurut psikologi adalah individu yang mengalami rasa cemas berlebihan atas kenyataan yang terjadi pada hidupnya. Baca juga mengenai : alasan kenapa bernostalgia bisa menyehatkan mental

Jenis kebohongan abnormal

Selain itu, mythomania menurut psikologi adalah salah satu jenis dari kebohongan abnormal. Kebohongan abnormal sendiri memang dibagi menjadi beberapa macam, antara lain:

Berbohong akibat kebiasaan yang pada umumnya disertai gangguan seperti kesulitan belajar, Berbohong yang disertai kebiasaan impulsif seperti mencuri, berjudi, dan belanja dalam jumlah besar. Penipu yang suka mengganti identitas, alamat, dan pekerjaan, untuk menyamar menjadi individu lain atau agar dirinya mendapat pengakuan di mata individu lain. Pseudologica fantastica atau mythomania menurut psikologi.

Dari semua jenis kebohongan abnormal di atas, mythomania menurut psikologi merupakan jenis yang dianggap paling ekstrem, karena kebohongan jenis ini menggabungkan fantasi dan fakta. Mereka yang mengalami mythomania menurut psikologi sering kali merasa mendapatkan kesenangan dari kebohongan itu sendiri.

Meski menyenangkan, namun penderita mythomania menurut psikologi masih bisa merasa bersalah atas kebohongan yang dilakukannya, namun penderita akan terus berbohong untuk menutupi kesalahannya.

Ciri Mythomania

Bahkan penderita mythomania menurut psikologi yang sudah parah, bisa menganggap kebohongan yang dilakukannya sebagai fakta. Berikut ini adalah ciri-ciri mythomania menurut psikologi, antara lain:

Cenderung membuat cerita yang bersifat stabil dan permanen. Meski berbohong telah menjadi bagian dari hidupnya, kebohongan yang dilakukannya tidak untuk mendapatkan keuntungan material. Cerita yang disampaikan terdengar seperti nyata, padahal sering kali penderita mythomania menurut psikologi mengambil cerita berdasarkan kisah nyata yang individu lain. Cerita mengenai peran penting dirinya di organisasi atau perusahaan. Biasanya penderita mythomania menurut psikologi adalah mereka yang menceritakan dirinya menjadi korban atau tokoh penolong.

Apa yang Membedakan Mythomania menurut psikologi dengan Bohong Biasa?

Membedakan individu yang bohong biasa dengan mythomania menurut psikologi adalah sesuatu yang mudah. Penderita mythomania menurut psikologi cenderung melakukan kebohongan yang bersifat khayalan. Biasanya mereka akan mengatakan kebohongan mengenai sesuatu yang mereka impikan dicampur dengan fakta yang ada. Sedangkan kebohongan yang umum biasanya hanya mengenai hal-hal seputar pencapaian, umur, perasaan dan pendapatan.

Penyebab Mythomania menurut psikologi

Biasanya, individu yang memiliki penyakit mythomania menurut psikologi adalah mereka memiliki banyak faktor kegagalan dalam hidupnya, khususnya masalah keluarga dimana semua individu tentu mengharapkan keluarga yang harmonis.

Kegagalan dalam hal pertemanan, percintaan, studi, atau bahkan masalah pekerjaan juga bisa memicu individu mencoba mengelak dari berbagai masalah ini, sehingga menjadi pembohong untuk melarikan diri dari apa yang dialaminya selama ini. Dengan membuat individu lain percaya dengan kebohongannya, individu merasa lebih mudah untuk lari dari semua masalah ini.

Selain itu, mythomania menurut psikologi juga berdampak menurunnya rasa percaya diri, dimana hal ini diakibatkan ketidakmampuan menerima kondisi diri sendiri. Karena penderita mythomania menurut psikologi adalah mereka yang berbohong secara kompulsif dan hidup selalu dalam kebohongan, hal itu membuatnya lebih rentan untuk stres. Penyebab mythomania menurut psikologi adalah rendahnya harga diri, kurangnya kasih sayang dan rasa tidak puas.

Pencegahan dan Pengobatan Mythomania menurut psikologi

Menyadri kebohongan tidaklah baik

Penanganan individu yang suka berbohong atau mythomania menurut psikologi adalah menyadari diri sendiri bahwa kebohongan-kebohongan yang dialami tidaklah baik karena justru bisa membuat masalah yang lebih besar ke depannya.

Pada beberapa kasus, individu yang menderita mythomania menurut psikologi adalah mereka yang tidak ingin menjalani pengobatan. Umumnya mereka akan berubah ketika mereka sudah mendapatkan suatu masalah.

Konseling

Penderita penyakit mythomania menurut psikologi bisa mendatangi psikolog dan melakukan konseling dengan metode konvensional psikoterapi. Untungnya, kini banyak psikolog yang bisa memakai hypnotherapy yang bisa mengatasi masalah berbohong ini dengan lebih efektif.

Biasanya, psikolog atau psikiater akan mengevaluasi individu yang suka berbohong ini dengan tujuan untuk mengetahui jenis gangguan yang dialami. Sering kali, penderita mythomania menurut psikologi adalah individu yang tidak sadar dengan kondisinya sehingga bisa mengelabui psikolog atau psikater, namun keluarga dan individu-individu terdekat bisa membantu soal riwayat kesehatannya.

Mendeteksi kebohongan

Paul Ekman, psikolog Amerika yang mengkhususkan diri dalam mempelajari emosi dan hubungannya dengan ekspresi wajah mengatakan bahwa mendeteksi kebohongan tidaklah sederhana. “Mendeteksi kebohongan itu tidak mudah. Salah satu masalah adalah banyaknya informasi–ada terlalu banyak hal yang perlu dipertimbangkan pada saat yang sama, terlalu banyak sumber informasi–kata-kata, jeda, bunyi, ekspresi, gerakan kepala, gerak tubuh, bernapas, memerah, berkeringat… ” kata Ekman dalam bukunya berjudul ‘Telling Lies’.

Setelah terdeteksi, hal terbaik yang dapat dilakukan oleh penderita mythomania menurut psikologi adalah berkonsultasi dengan psikolog. Meskipun sulit untuk berbicara tentang perawatan untuk suatu kondisi yang dianggap sebagai gejala, ini tampaknya menjadi satu-satunya bentuk bantuan.

Psikolog akan dapat membantu dengan mengenal pasien mengenai latar belakang, kurangnya harga diri, dan rasa ketidakamanan. Jika ada gejala lain, kadang-kadang perawatan dapat dilengkapi dengan sedatif atau anti-depresan.

Wah mengerikan ya? yuk jadi orang yang jujur dan apa adanya agar keberkahan hidup selalu ada. Sampai jumpa di artikel berikutnya, terima kasih.

ILMU PSIKOLOGIKELAINAN JIWAKELAINAN KEPRIBADIANKELAINAN MENTALMASALAH PERILAKUMASALAH PSIKOLOGI

Leave a Reply

Your email address will not be published.