10 CARA MENGHADAPI ATASAN YANG TIDAK ADIL DENGAN TEPAT

Posted on

Dinamika yang ada di tempat kerja memang sering kali tidak terduga. Salah satunya adalah keadaan ketika kita diperlakukan tidak adil oleh atasan. Oleh sebab itu, kita memerlukan cara yang tepat agar tidak terus menerus berada dalam situasi tersebut.

Berikut adalah 10 cara menghadapi atasan yang tidak adil, yakni sebagai berikut:

1. Pahami penyebab ketidakadilan

Berdasarkan teori atribusi dalam ilmu psikologi, setiap perilaku manusia pasti ada penyebabnya, tetapi memang tidak semua perilaku dapat dimengerti dengan baik alasan munculnya oleh orang lain sehingga memang perlu cara untuk mendapatkan pemahaman.

Sama halnya ketika kita mengetahui atasan bersikap tidak adil. Kita harus mencari tahu terlebih dahulu akar permasalahan yang menyebabkan munculnya ketidakadilan. Misalnya dengan introspeksi diri atau melihat kembali sekiranya ada hal dari diri kita selama bekerja yang keliru.

Selain itu, kita juga dapat mencari informasi lebih dalam mengenai atasan sehingga kita bisa lebih mengenalnya dan menyesuaikan diri kembali. Dengan memahami penyebab ketidakadilan, kita bisa saja menemukan cara yang paling efektif untuk mengatasinya.

2. Tetap berpikir positif

Pikiran yang negatif sangat mungkin untuk muncul ketika atasan bersikap tidak adil, seperti menganggap atasan egois, tidak perhatian, terlalu pilih kasih pada bawahannya, atau hal-hal buruk lainnya yang belum tentu terbukti benar karena masih berupa prasangka.

Padahal, hal tersebut tidak benar-benar penting untuk kita pikirkan karena tidak ada manfaatnya juga. Hal yang sebaiknya kita pikirkan adalah mungkin ada hikmah dari sikap tersebut sehingga lebih baik untuk menyelesaikan masalahnya.

3. Tetap menjaga perilaku dan ucapan

Pada umumnya, sikap ketidakadilan dari atasan ditunjukkan dalam bentuk perilaku atau ucapan. Akibanya, kita merasa tersinggung, kecewa, sedih, dan sebagainya. Namun, hal tersebut tidak lantas membuat kita membalas dengan cara yang sama.

Cobalah untuk memberikan respons yang tetap baik, seperti menghormati atasan, tidak bertindak sesuka hati, tidak membicarakan keburukannya di belakang, serta tidak berkata kasar di depan atasan tersebut sebab bagaimanapun juga, kita adalah bawahannya.

4. Berbuat baik kepada atasan

Saat kita merasa diperlakukan tidak adil, usahakan untuk tetap bersikap baik kepada atasan. Misalnya, kita membantu ketika ia membutuhkan bantuan, cepat tanggap ketika ada situasi mendadak, atau bisa juga dengan memberikan ucapan selamat atau doa-doa baik.

Walau kita tidak tahu pasti apakah atasan bisa berubah jika kita terus berbuat baik atau justru semakin memanfaatkan kita, berbuat baik tetaplah menjadi hal yang penting sebab hal ini menunjukkan kepribadian kita yang sebenarnya dalam kondisi apa pun.

5. Perbaiki kembali komunikasi

Kunci dari baik atau buruknya hubungan terdapat pada komunikasi. Begitu pula ketika atasan bersikap tidak adil sehingga hubungan dengan kita tidak terlalu baik. Oleh sebab itu, kita harus mencoba juga untuk bentuk komunikasi yang positif dengan atasan.

Setelah kita membangun kembali komunikasi, kita bisa mengetahui secara langsung hal apa yang sebaiknya kita lakukan sesuai dengan atasan tersebut dan atasan juga tahu kondisi kita yang sebenarnya sehingga lambat laun sikap atasan bisa saja berubah.

6. Dekatkan diri dengan orang kepercayaan atasan

Salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk menghadapi atasan yang tidak adil adalah mendekatkan diri dengan orang yang dipercayanya untuk mengetahui tips-tips yang mungkin dapat ia berikan agar hubungan kita dengan atasan menjadi baik kembali.

Di sisi lain, ketika orang kepercayaan ini baik dan berpandangan positif terhadap kita, ia mungkin saja bisa mempengaruhi atasan untuk berhenti bersikap tidak adil meskipun kita tidak bisa memaksanya untuk membantu kita.

7. Tunjukkan profesionalitas

Dalam dunia kerja, bagaimanapun juga profesionalitas adalah hal yang penting. Meskipun rekan lain atau bahkan atasan menunjukkan ketidakprofesionalitasannya, tetapi jangan sampai hal tersebut membuat kita menurunkan kinerja.

Kendalikan perasaan agar tidak terbawa sebab ketika bekerja seharusnya kita pisahkan antara urusan kerja dengan urusan personal meski masih berkaitan dengan pekerjaan tadi. Kemampuan manajemen emosi ini merupakan bentuk sikap profesionelitas kita.

8. Bertanya pada orang yang dapat dipercaya

Tidak ada salahnya untuk mengonsultasikan permasalahan ini kepada orang lain di tempat kerja maupun di luar tempat kerja. Akan tetapi, perhatikan dengan baik siapa yang bisa kita percaya untuk memberi solusi atau setidaknya membuat kita merasa lebih baik.

Di dalam perusahaan, biasanya ada HRD yang bisa menjadi tempat konsultasi sehingga diharapkan ada saran yang bisa terapkan. Kita juga bisa bertanya pada sahabat atau keluarga dan meminta pendapat mereka tentang cara yang baik untuk menghadapi atasan yang tidak adil.

9. Fokus pada target yang ingin dicapai

Apabila kita sudah mencoba berbagai cara yang sekiranya dapat membantu untuk menghadapi atasan yang tidak adil, tetapi masih sulit untuk membuat atasan tersebut berubah, sebaiknya kembali fokus saja kepada ebutuhan dan tujuan diri sendiri.

Dalam dunia ini ada hal yang bisa kita kontrol dan yang tidak bisa kita kontrol. Maka dari itu, jika atasan tidak bisa kita kondisikan, kondisikan saja diri sendiri agar bisa tetap optimal dalam bekerja sesuai dengan tugas yang diberikan.

10. Tidak perlu diambil hati

Ketika dihadapkan dengan pemimpin yang tidak adil kepada kita, memang cukup membuat perasaan menjadi tidak nyaman atau suasana hati menjadi buruk. Namun, sebenarnya kita tidak harus memasukkannya kedalam hati.

Hal tersebut dikarenakan justru dapat mempengaruhi performance dalam bekerja dan dampaknya bisa penurunan produktivitas hingga akhirnya kita semakin diperlakukan tidak adil sehingga lebih baik segera cari solusinya, bukan berlarut-larut dalam kekecewaan.

Demikianlah 10 cara menghadapi atasan yang tidak adil. Kesimpulannya atasan yang tidak adil merupakan satu dari berbagai dinamika di tempat kerja sering kali tidak dapat kita duga. Oleh karena itu, diperlukan cara-cara yang efektif sehingga bisa teratasi dengan baik.

Dimulai dari, pahami penyebab ketidakadilan, tetap berpikir positif, tetap menjaga perilaku dan ucapan, berbuat baik kepada atasan, perbaiki kembali komunikasi, dekatkan diri dengan orang kepercayaan atasan, hingga tunjukkan profesionalitas.

Di samping itu, kita juga bisa coba bertanya pada orang yang dapat dipercaya, fokus pada target yang ingin dicapai, serta tidak perlu diambil hati. Akan tetapi, ketika bentuk ketidakadilan sudah di luar batas, sangat subjektif, dan justru mengganggu kesehatan mental kita, sebaiknya pikirkan saja untuk mengundurkan diri.

ILMU PSIKOLOGIPSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *