13 CARA MENGATASI TRAUMA AKIBAT BENCANA ALAM

Posted on

Di berbagai Negara baik itu Negara maju ataupun yang berkembang, selalu ada bencana alam yang kadang tidak terduga, meskipun sudah memiliki alat alat yang canggih untuk memperkirakan hal tersebut. Kembali lagi bahwa apa yang diciptakan Tuhan tentunya jauh lebih besar dari apa yang diperkirakan oleh manusia.

Seringkali berbagai bencana menyebabkan rasa takut atau trauma yang mendalam karena ketika mengalami hal tersebut seolah tidak ada penolong dan begitu dekat dengan kematian, setelahnya ketika diberi keselamatan timbul berbagai ketakutan jika mengalami hal yang sama atau bahkan mengalami sesuatu yang jauh lebih berat karena masa masa bencana masih terbayang.

Ketakutan tersebut tentu harus dihilangkan agar orang yang mengalami dapat kembali beraktifitas dengan tenang tanpa dihantui rasa takut, diantaranya ialah menggunakan pendekatan dengan 13 cara mengatasi trauma akibat bencana alam sebagai berikut.

1.  Kesembuhan Fisik

Cara mengatasi trauma akibat bencana alam yang pertama ialah dengan menyembuhkan fisik terlebih dahulu jika ada anggota tubuh yang terluka, sebab itu penanganan bencana alam wajib dilakukan secara keseluruhan dan mencakup semuanya sehingga seminimal mungkin meninggalkan bekas baiki itu pada fisik maupun perasaan. (Baca juga mengenai cara melatih anak autis).

2. Perhatian

Selanjutnya ialah memberi perhatian terhadap sepenuhnya kepada orang yang mnegalami trauma tersebut, perhatian dapat diberikan secara langsung dengan melakukan pemeriksaan kesehatan dan melakukan pengawasan terhadap kondisi psikis korban, jika ada anggota keluarganya yang mungkin terluka lebih parah atau emninggal dunia maka wajib untuk dicarikan komunitas atau kesibukan baru untuk memberinya waktu yang lebih banyak sehingga tidak hanya mengingat pada masa terjadinya bencana. (Baca juga mengenai gejala gangguan jiwa berat pada orang dewasa).

3. Mindset Positif

Tanamkan kepada korban bahwa bencana alam bukanlah suatu urusan yang manusia bisa ketahui dan manusia bisa hindari dengan total, bencana alam alam adalah speenuhnya berasal dari Tuhan dan akan tersimpan kebaikan di dalamnya, tanamkan mindset yang baik yaitu untuk lebih menjaga lingkungan dan seisinya lebih baik lagi. (Baca juga mengenai gangguan jiwa fungsional).

4. Kecukupan Kebutuhan

Pastikan bahwa kebutuhan korban terpenuhi, dari segi smeuanya baik itu makanan ataupun tempat tinggal yang baru, arahkan untuk memulai kehidupan abru dan mencari peluang yang lebih baik dari apa yang dimilikinya saat ini dan berikan mindset untuk bersyukur bahwa ia masih diberi kehidupan dan diberi kesempatan untuk menjalani kehidupan. (Baca juga mengenai gejala anti sosial dalam kalangan pelajar).

5. Dukungan Keluarga

Jika korban bencana alam masih memiliki keluarga yang saat itu tidak terlibat dalam bencana ataupun terlibat dalam bencana secara bersamaan, wajib untuk menguatkan terutama bagi orang orang yang lebih dewasa, beri pengertian bahwa bencana alam bisa terjadi pada siapa saja di seluruh dunia dan tetap akan meninggalkan kesedihan yang tak boleh diratapi terus menerus. (Baca juga mengenai hambatan psikologis dalam menulis).

6. Pengalaman

Jadikan pengalaman bencana alam yang dialami sebagai bahan pelajaran untuk menjaga alam lingkungan dengan lebih baik lagi, misalnya ialah bencana yang terjadi karena sampah atau lingkungan yang dirusak manusia, hal itu bisa menjadi pelajaran agar ke depannya lebih baik lagi dalam menjaga lingkungan sehingga generasi ke depannya tidak memiliki maslaah yang sama dan bisa mencegah dnegan lebih baik.

7. Pencegahan Penyakit

Hidnarkan korban yang mengalami trauma akibat bencana alam dari penyakit, berikan perawatan yang tepat selama menghadapi masa masa lewat dari bencana, pastikan korban tidak memiliki penyakit yang tertinggal sehingga ia tidak terus menerus mengingat akan bencana yang terjadi padanya, upayakan agar ia memiliki taraf kesehatan yang baik.

8. Penggalian Ilmu

Jadikan trauma akibat bencana alam sebagai ilmu, yaitu mengenai apa saja yang terjadi ketika terjadi bencana dan tindakan apa yang dilakukan untuk melindungi atau menyelamatkan diri, jadikan itu sebagai ilmu dan perbanyak membaca artikel terkait sebagai bahan untuk menambah pengetahuan dan dapat mengamalkan pada orang lain.

9. Masa Depan

Jelaskan pada korban bencana alam bahwa hidup akan terus berjalan dan bencana sudah terhenti, alam memang memiliki hak untuk menampakkan sifat alaminya, jelaskan bahwa ia ahrus memiliki rencana untuk memperbaiki hidupnya dan meraih semua yang lebih baik di masa depan sehingga memiliki rencana yang lebih baik dan waktu yang bermanfaat.

10. Bantuan

Tawarkan bantuan mengenai apa saja yang ia butuhkan, upayakan agar ia menjadi sosok yang aktif dan bersemangat untuk melanjutkan hidup, hindarkan ia dari kebiasaan yang menjadikannya sosok yang mudah stress atau sosok yang mudah tersinggung. Tunjukkan orang orang lain yang juga terkena bencana dan mungkin membutuhkan bantuan jauh lebih banyak dari dirinya.

11. Lingkungan yang Tenang

Jika memungkinkan, ajak ia untuk pindah ke wilayah yang lebih tenang agar ia tidak terus terbayang akan bencana yang dilakukannya, beri ia tempat yang jauh dari tipe bencana yang sama untuk sementara waktu dan suatu hari ketika kondisi telah membaik ia bisa dikembalikan ke tempat asalnya untuk lebih memahami bahwa lingkungan telah berubah dan tidak semua bencana alam akan tertinggal secara total, alam bisa berubah menjadi lebih baik dan ia pun harus melakukan yang sama.

12. Pencarian Informasi

Bantu korban yang mengalami trauma untuk mendapat kemudahan akan informasi mengenai bencana yang ia alami dan perkembangannya saat ini sehingga ketika suatu hari ia menemui hal tersebut akan lebih memahami atau bisa lebih menjelaskan mengenai pengalaman yang dialaminya pada orang lain serta memiliki kemampuan untuk memahami bahwa bencana alam memang sesuatu yang tidak dapat dihindari dan dapat diminimalisir dengan menjaga lingkungan lebih baik lagi.

13. Melihat Orang Lain

Ajak korban trauma akibat bencana alam untuk melihat korban lain dan melihat orang lain yang terkena bencana yang hamper sama dan ajak ia bersyukur karena ia masih mendapatkan kesempatan untuk hidup, masih ada banyak hal yang bisa ia lakukan untuk kehidupan masa depan yang lebih baik sehingga tak ada manfaatnya mengingat hal sedih yang telah berlalu.

Demikian artikel kali ini, semoga mudah dipahami oleh anda dapat menjadi wacana yang bermanfaat untuk anda, jangan lupa selalu luangkan waktu untuk membaca artikel kami agar anda selalu mendapat wawasan yang bermanfaat. Terima kasih sudah membaca. Salam hangat dari penulis.

 

PSIKOLOGIPSIKOLOGI KOMUNIKASIPSIKOLOGI PERKEMBANGANPSIKOLOGI SOSIALSTUDI ILMU PSIKOLOGITEORI PSIKOLOGI

Leave a Reply

Your email address will not be published.