GANGGUAN TIDUR: PENYEBAB – CONTOH DAN CARA MENGATASINYA

Posted on

Setiap manusia pasti membutuhkan waktu untuk tidur. Dilansir dari Kumparan.com, apabila usia seseorang adalah 70 tahun, maka diperkirakan 33 persen dari hidupnya adalah untuk tidur. Artinya, kurang lebih ia tidur selama 23,3 tahun di masa hidupnya. Dengan demikian, tidur juga merupakan aktivitas yang sangat penting bagi setiap individu.

Akan tetapi, tidak semua orang memiliki kualitas dan tahapan tidur dalam psikologis yang sama. Beberapa orang harus mengalami gangguan tidur yang diakibatkan oleh berbagai kondisi dan tentunya memberikan dampak bagi kehidupan sehari-hari. Berikut adalah hal-hal seputar gangguan tidur atau sleep disorder yang harus dipahami.

Pengertian Gangguan Tidur

Secara umum, gangguan tidur merupakan kondisi tidur seseorang yang polanya tidak normal, baik dari segi waktu, intensitas, serta perilaku-perilaku yang muncul ketika tidur sehingga mempengaruhi kualitas tidurnya.

Gangguan tidur atau dapat disebut juga dengan somnipathy membuat penderitanya sulit untuk dapat tidur atau bangun seperti manusia pada umumnya yang berakibat pada terganggunya aktivitas sehari-hari karena pengaruh pada aspek fisik, jiwa, dan sosial si penderita.

Ciri-ciri Gangguan Tidur
Tidur dan bangun secara tidak teratur
Sulit tidur di malam hari
Rasa kantuk yang kuat di siang hari
Mimpi buruk atau menyeramkan
Ketidakstabilan emosi
Sulit berkonsentrasi
Masalah pada memori
Menggertakkan gigi, mendengkur, atau berhenti bernapas sejenak saat tidur
Mudah terbangun ketika tidur, tetapi sulit untuk tidur kembali
Tidak bisa menggerakkan badan setelah bangun tidur
Muncul rasa kantuk di berbagai waktu, bahkan hingga tertidur secara mendadak
Mudah terserang penyakit.
Penyebab Gangguan Tidur

Terdapat berbagai penyebab gangguan tidur pada seseorang, bahkan terdapat beberapa gangguan tidur yang belum dapat dipastikan penyebabnya. Berikut adalah beberapa penyebab yang secara umum membuat individu mengalami gangguan tidur, yaitu:

Kebiasaan buruk sebelum tidur
Penyakit
Gangguan psikologis
Gangguan pencernaan
Kondisi hormon
Faktor genetik.
Jenis-jenis Gangguan Tidur

Secara garis besar, gangguan tidur dikelompokkan menjadi tiga kategori utama, yakni disomnia, parasomnia, dan gangguan tidur ritme sirkadian.

Disomnia merupakan gangguan tidur yang membuat penderitanya sulit untuk mulai tertidur, sulit untuk tetap tertidur, atau sulit untuk tidak tertidur, seperti insomnia dan narkolepsi.

Kemudian terdapat parasomnia di mana gangguan yang berkaitan dengan perilaku, emosi, dan pikiran yang tidak normal ketika tidur, seperti teror tidur dan tidur berjalan.

Terakhir, gangguan tidur ritme sirkadian yang membuat penderitanya tidak dapat tidur di waktu-waktu seperti orang pada umumnya. Gangguan ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu intrinsik dan ekstrinsik.

Berikut adalah penjelasan lebih detail mengenai jenis-jenis gangguan tidur, di antaranya:

Insomnia
Kita pasti sering mendengar gangguan tidur yang disebut insomnia. Insomnia merupakan kondisi yang seseorang kesulitan untuk dapat tidur, ketika tidur mudah terbangun, dan ketika terbangun sulit untuk tidur kembali. Cobalah 15 cara mengatasi insomnia yang efektif agar gangguan tidak terus tejadi.
Hipersomnia
Orang yang memiliki waktu tidur sangat hingga sering mengantuk di siang hari kemungkinan memiliki gangguan hipersomnia atau tidur berlebih. Gangguan ini sering kali sulit dikendalikan sehingga dapat menyebabkan munculnya depresi.
Sleep apnea
Gangguan tidur ini disebabkan oleh masalah pernapasan dengan jeda napas ketika tidur secara berulang. Akibatnya, tubuh dapat kekurangan oksigen sehingga penderita akan terbangun. Namun, sleep apnea yang sudah sangat parah dapat mengakibatkan stroke, gagal jantung, serangan jantung hingga kematian mendadak.
Sleep paralysis
Banyak orang menyebut kelumpuhan tidur dengan ‘ketindihan’. Secara medis, gangguan ini terjadi saat memasuki peralihan antara tidur dan bangun. Akibatnya, penderita tidak mampu bergerak setelah bangun dari tidur.
Restless leg syndrome
Dikenal juga dengan penyakit Wilis-Ekbom, di mana penderitanya memiliki dorongan untuk terus menggerakkan kaki yang terkadang disertai dengan rasa kesemutan. Belum dapat dipastikan penyebab RLS, tetapi gangguan ini biasanya dikaitkan dengan kondisi seperti parkinson dan ADHD.
Tidur berjalan
Dalam istilah medis, tidur berjalan atau sleepwalking disebut dengan somnabulisme. Perilaku yang ditunjukkan penderitanya adalah bangun dari tidur lalu berjalan dan melakukan aktivitas, seperti menyalakan televisi atau mengambil minum, tetapi dalam keadaan tertidur sehingga tidak menyadari apa yang sudah dilakukan.
Mimpi buruk
Setiap orang pasti pernah atau setidaknya mengetahui mimpi buruk. Gangguan tidur ini membuat penderitanya tidak dapat tidur dengan tenang karena mimpi yang tidak diinginkan. Penyebab mimpi buruk belum dapat dipastikan, tetapi beberapa ahli mimpi buruk berasal dari hal-hal di alam bawah sadar manusia berdasarkan teori mimpi dalam psikologi.
Teror tidur
Gangguan tidur ini ditunjukkan oleh rasa ketakutan berlebih ketika ingin tidur, bahkan sampai bersuara atau berteriak. Teror tidur biasanya terjadi pada anak-anak usia 4-8 tahun yang dapat disebabkan oleh kondisi kelelahan atau sedang demam.
Narkolepsi
Narkolepsi adalah kondisi seseorang yang dapat merasa sangat lelah dan langsung tertidur secara tiba-tiba. Gangguan ini juga dapat menyebabkan gangguan lain seperti kelumpuhan tidur yang membuat penderitanya sulit untuk bergerak setelah bangun tidur.
Corosomnia
Baru-baru ini, pandemi COVID-19 juga menjadi salah satu faktor penyebab munculnya gangguan tidur pada seseorang. Virus korona ini tidak secara langsung membuat individu terkena corosomnia, melainkan akibat dari rasa sulit menerima kondisi seperti ini, termasuk ketakutan dan kecemasan.
Contoh Gangguan Tidur

Gangguan tidur yang membuat penderitanya selalu terjaga membuatnya melakukan aktivitas seperti menonton film, makan, membuka media sosial, atau hanya diam saja karena merasa tertekan tidak bisa segera tidur walaupun sudah melakukan berbagai cara.

Sementara itu, individu yang justru sulit menahan keinginan untuk tidur bisa jadi merasakan kantuk yang sangat berat saat menyetir atau bahkan tiba-tiba tertidur saat sedang beraktivitas karena rasa lelah berlebih yang datang. Biasanya orang-orang akan menggunakan kafein seperti kopi, teh, minuman bersoda, cokelat, atau makanan dan minuman lain yang berkafein tinggi agar tidak tidur.

Dampak Gangguan Tidur
Obesitas yang diakibatkan oleh kebiasaan makan di malam hari ketika seharusnya sudah tidur. Ditambah lagi dengan stres yang mengakibatkan gangguan tidur sehingga melampiaskan emosinya terhadap makanan.
Depresi dapat membuat penderitanya kurang tidur karena gangguan pada otak sehingga suasana hati menghambat orang tersebut bisa tidur dengan normal.
Sistem imun menurun akibat dari kurangnya istirahat dan proses lain yang terjadi selama tidur. Akibatnya, tubuh tidak dapat melawan virus dan bakteri penyebab infeksi atau penyakit yang masuk.
Daya ingat pada penderita gangguan tidur juga dapat menurun sebab otak dipaksa untuk terus bekerja tanpa henti sehingga pada hari-hari berikutnya kemampuan otak menurun.
Masalah pada kesuburan yang muncul akibat kualitas sperma dan sel telur tidak sebaik individu yang memiliki kualitas tidur yang normal.
Penuaan terjadi akibat produksi kolagen sebagai protein yang dapat memperbaiki kerusakan sel serta jaringan kulit menjadi terhambat. Akibatnya muncul kerutan di wajah, kulit yang kusam, serta sulitnya regenerasi kulit yang terluka.
Cara mengatasi Gangguan Tidur
Berlatih melakukan rutinitas tidur yang baik, seperti tidak makan sesaat sebelum tidur, menghindari penggunaan alat elektronik sebelum tidur, serta berlatih untuk tidur di waktu awal secara bertahap. Walaupun jenuh, lakukan 11 cara bertahan dari rutinitas yang membosankan agar tidak berhenti begitu saja.
Menghindari kebiasaan yang kurang baik dan mempengaruhi kualitas tidur dengan tidak begadang dan memakai obat-obatan terlarang atau alkohol.
Batasi asupan kafein terutama pada sore atau malam hari sebab kafein merupakan stimulan yang membuat seseorang menjadi lebih detak jantung lebih terpacu sehingga dapat mencegah kantuk.
Konsumsi makanan yang bernutrisi. Cobalah untuk mengkonsumsi sayur-sayuran, ikan, dan makanan rendah karbohidrat lebih banyak, serta hindari konsumsi gula yang berlebih.
Mencoba teknik meditasi atau relaksasi yang dapat membantu penderita gangguan tidur lebih fokus dalam melakukan segala sesuatu, sebab banyak banfaat meditasi untuk kesehatan mental juga termasuk untuk tidur.
Pergi ke dokter ahli atau psikiater untuk mendapatkan diagnosis yang akurat mengenai kondisi yang dialami sehingga dapat menerima resep obat atau upaya penanganan lainnya.
Menggunakan obat-obatan yang dapat membantu untuk tidur serta melakukan terapi untuk dapat menyembuhkan atau mengendalikan gangguan tidur.
GANGGUAN PSIKOLOGIGANGGUAN TIDURINSOMNIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *