SEJARAH KESEHATAN MENTAL DUNIA YANG PERLU DIKETAHUI

Posted on

Sejarah gangguan mental dari pandangan dunia lebih luas dibandingkan dengan sejarah gangguan mental di Indonesia. Jejak historia yang panjang dapat menjadikan rantai sejarah mengenai penyakit kejiwaan seperti gangguan mental bisa di telaah dan dipelajari.

Kesehatan mental/ mental hygiene berasal dari bahasa Latin dan Yunani. Mental menurut bahasa Latin adalah mens atau mentis yang artinya jiwa, sukma roh, atau semangat. Dan Hygiene berasal dari bahasa Yunani Huygiene yang artinya sehat.

Ada 6 fase yang dapat melatarbelakangi sejarah kesehatan mental dunia yaitu:

1. Zaman purba/ prasejarah

Sebenarnya, kesehatan dan gangguan mental mungkin sudah ada semenjak masa pra-sejarah. Hanya saja mungkin para manusia terdahulu belum terlalu mengetahui perihal itu. Mereka beranggapan bahwa fenomena gangguan mental itu mungkin dipengaruhi oleh hal mistis, roh jahat, atau perbuatan dari musuhnya.

Pada zaman ini juga kesehatan mental selalu disangkut pautkan dengan dengan demonologi, yaitu suatu pemikiran atau doktrin yang menyebutkan bahwa seseorang berperilaku tidak normal disebabkan karena pengaruh suatu kekuatan jahat atau kuasa kegelapan yang berhubungan dengan kekuatan setan. Pandangan mengenai Demonologi sendiri ditemukan dalam budaya China, Mesir, dan Yunani. Dan pada zaman Yunani Kuno, seseorang yang berperilaku tidak normal akan dikirim ke kuil untuk menjadi persembahan atau tumbal untuk Dewa Aesculapius yang merupakan Dewa Penyembuh. Hal itu lah yang membuat mereka lebih memercayai mantra dan upacara keagamaan sebagai cara menyembuhkan penyakit gangguan mental pada saat itu.

2. Zaman Romawi Kuno dan Yunani Kuno

Pada awal 5000 SM-500 M cara mengatasi seseorang yang mengalami gangguan mental adalah dengan bantuan supranatural oleh tukang sihir, upacara adat, atau persembahan semacam tumbal kepada dewa-dewa. Dan diantara tahun itu pula, di belahan dunia yang lain ilmu kedokteran mulai berkembang. Seperti di Babilonia, Mesir, Yahudi, Persia, China, Indian, Yunani.

Di Yunani sendiri, banyak para filsuf yang mulai memiliki gagasan dan pandangan baru mengenai gangguan kejiwaan. Dan dari filsuf-filsuf itu beberapa diantaranya adalah:

1. Phytagoras (500 SM)

Phytagoras merukan cendekiawan pertama yang yang memberi penjelasan secara ilmiah mengenai penyakit mental.

2. Hipokrates (460-377 SM)

Dikenal juga sebagai bapak kedokteran sebab dialah yang menemukan ilmu medis modern yang dapat memisahkan dari takhayul, sihir, kepercayaan terhadap dewa-dewa, dan agama. Hipokrates menjelaskan bahwa otak berperan penting dalam memengaruhi pikiran, perilaku, dan emosi seseorang. Hipokrates juga memelopori ilmu somatogenesis, yaitu suatu pemikiran dimana kondisi tubuh seseorang dipengaruhi oleh pikiran dan perilaku individu tersebut.

3. Plato (429-347 SM)

Plato mengatakan bahwa gangguan mental seseorang merupakan sebagian dari gangguan moral, fisik, dan juga adanya gangguan dari dewa-dewa. Plato juga mengatakan bahwa seorang penjahat adalah orang yang mengalami gangguan mental. Selain itu, Plato berpendapat bahwa budaya menjadi faktor yang penting dalam berpikir dan bertindak.

4. Galenus (130-200 M)

Galenus mengembangkan gagasan yang disampaikan oleh Hipokrates mengenai gangguan mental. Dan menambahkan dengan adanya tipe manusia berdasarkan cairan tubuh.

5. Cicero (106-43 M)

Menurut Cicero, emosi yang menyebabkan gangguan kesehatan mental dapat menyebabkan penyakit fisik juga.

6. Asclepiades, Aretacus

Selain itu ada Asclepiades dan Aretacus yang memberikan penjelasan dengan pendekatan naturalistik mengenai gangguan mental. Mereka( Asclepiades dan Aretacus) ditambah dengan Galenus Menyatakan bahwa penderita gangguan mental harus diberikan perlakuan yang lebih manusiawi dan mendapatkan perawatan di Rumah Sakit.

3. Zaman Kegelapan

Di zaman ini, pendekatan-pendekatan ilmiah mengenai gangguan kejiwaan yang dikemukakan oleh para ahli dan filsuf kurang memerhatikan aspek takhayul yang masih dipercaya banyak orang saat itu. Apalagi di zaman ini, banyak hal buruk yang terjadi seperti, peradaban Romawi dan Yunani mengalami kemunduran, lalu disusul dengan kemundurannya ilmu pengetahuan di Eropa. Itulah sebabnya ilmu dan kepercayaan demonologi muncul kembali. Dengan menggunakan penyembuhan mistis seperti mantra, jimat, dan pengusiran setan sebagai jalan penyembuhan. Lalu ilmu demonologi itu diperkuat dengan bumbu-bumbu perkataan yang mengatakan bahwa penyakit itu adalah hukuman dari Tuhan sebab orang yang mengalami gangguan jiwa dianggap kerasukan setan karena telah menjual jiwanya untuk mendapat kekuatan gaib atau sihir.

Di abad ini kebencian terhadap penyihir mulai meluas sebab dianggap penyebar bala atau mala petaka. Di abad kegelapan ini pula seseorang yang mengalami gangguan jiwa yang di rasa dapat membahayakan akan dihukum, disiksa, atau bahkan diusir.

Tapi dibelahan dunia lain, teori psikiatri dan tritmen untuk penderita gangguan mental berkembang di bidang psikologi muslim dan kedokteran Islam. Pada abad ke-8 Rumah Sakit Psikiatri pertama dibangun. Oleh seorang psikiater asal Persia, Rhazes, di Baghdad.

Berlawanan dengan paham Demonologi, etika Islam mengajarkan sikap simpatik (QS. Surah 4:5) Bagi orang yang belum memiliki kematangan jiwa/belum Dewasa/belum berakal akan dilindungi dan dibantu dalam mengelola hartanya (Wiki Pedia).

4. Zaman Pertengahan

Pada zaman ini pengaruh dari kalangan gereja dan kristen meluas. Ada beberapa peristiwa penting yang terjadi pada masa ini yaitu:

1. Pada tahun 1484 Paus Innocent VIII meminta para Pendeta di Eropa untuk menghukum mati para tukang sihir sehingga pada saat itu hampir seratus ribu orang telah dibunuh karena telah dituduh sebagai penyihir.

2. Pada abad ke-15 dan 16 dibangun suatu tempat penampungan bagi orang-orang yang menderita penyakit mental untuk memisahkannya dari kehidupan normal yang disebut Asylum. Henry VIII membangun London’s Hospital of St. Mary of Bethlehem atau dikenal dengan sebutan Bedlam untuk menjadi penampungan dengan pasien gangguan mental.

3. Bersamaan dengan perkembangan agama Islam, di negara-negara Arab juga berkembang ilmu kedokteran dan ilmu pengetahuan yang lain. Pengaruhnya, sebuah Rumah Sakit khusus didirikan di Fez, Maroko. Kemudian menyusul berdirinya sebuah Rumah Sakit untuk penderita gangguan mental di Damaskus pada abad ke-12.

5. Zaman Renaissance

Ternyata, sampai di zaman ini pun masih ada orang-orang yang masih memercayai pengobatan takhayul sebagai cara menyembuhkan penyakit gangguan mental. Tapi meskipun begitu, di zaman yang disebut zaman keemasan ini mulai ada beberapa ilmuwan atau filsuf yang dapat memberi pencerahan terhadap gangguan mental.

1. Paracelcus (1493-1541)

Ilmuwan yang berkebangsaan Swiss ini menolak adanya paham Demonologi dan mengatakan bahwa gangguan mental adalah penyakit yang di sebabkan oleh penyakit psikologis

2. Agrippa (1486-1535)

Heinrich Cornellius Agrippa, merupakan seorang ilmuwan berkebangsaan Jerman yang berusaha melawan korban-korban kemunafikan dan korban pelaksanaan inqusisi.

3. Johann Weyer (1515-1585)

Johann Weyer merupakan seorang murid dari Agrippa. Ilmuwan ini mengemukakan pendapat bahwa orang yang dulunya disebut tukang sihir sebenarnya adalah orang yang menderita gangguan mental.

4. Vincensius de Paul (1581-1660)

Ilmuwan yang berasal dari Paris, Perancis ini mengatakan bahwa penyakit gangguan mental tidak ada bedanya dengan penyakit fisik dan memberi anjuran untuk melakukan pendekatan yang lebih manusiawi terhadap penderitanya.

6. Abad ke-17 hingga abad ke-20

Di zaman ini banyak sekali pembaruan-pembaruan sosial, politik, dan ilmu pengetahuan. Pada zaman ini mulai ada kecenderungan terhadap memberikan perawatan khusus untuk seseorang yang mengalami gangguan jiwa. Di zaman ini juga, pendekatan demonologis berubah menjadi pendekatan ilmiah yang menganggap bahwa gangguan jiwa adalah sebuah penyakit.

Malahan, di Inggris, Italia, Perancis dan Amerika melakukan perlawanan terhadap pemasungan dan pemenjaraan atas pasien penyakit jiwa.

1. Phillipe Pinel (1745-1826)

Phillipe Pinel, seorang ilmuwan berkebangsaan Perancis awal abad ke-19 merupakan bapak psikiatri dan pelopor perlakuan dan pemahaman yang lebih manusiawi terhadap orang-orang yang menderita gangguan mental.

2. William Tuke (1732-1822)

Ilmuwan berkebangsaan Inggris ini mendirikan York Retreat dalam waktu yang hampir bersamaan dengan Phillipe Pinel mendirikan Rumah Sakit di Perancis.

3. Anton Muller (1755-1827)

Merupakan seorang yang bekerja di Rumah Sakit untuk penyakit mental di Jerman. Ia menyerukan perawatan yang manusiawi terhadap penderita gangguan mental dan menentang kekejaman yang mengekang penderitanya.

4. Dorothea Dix

Ilmuwan berkebangsaan Amerika yang mendirikan Rumah Sakit mental modern dan mendesak kongres untuk perlakuan yang lebih manusiawi terhadap pasien yang mengalami gangguan jiwa.

5. Clifford Beers

Beers menderita manik depresif pada tahun 1900 dan dimasukkan ke Rumah Sakit mental swasta di Connecticut. Lalu Beers menulis sebuah biografi berjudul a mind that found itself (1908) yang menceritakan pengalaman pribadinya sebagai pasien dan perlakuan tidak manusiawi yang diterimanya. Lalu pada 6 Mei 1908 Beers dengan didukung beberapa tokoh psikologi dan psikiatri membuat sebuah Gerakan ilmu kesehatan Mental (Mental Hygiene) yang menolak segala aturan pengobatan konvensional dan memilih upaya metode baru yang lebih manusiawi.

Lalu gerakkannya diperluas menjadi National Committee for Mental Hygiene dengan memiliki cabang 48 negara di bagian Amerika Serikat. Gerakkan ini memiliki 4 tujuan pokok yaitu:

1. Memperbaiki metode pemeliharaan dan penyembuhan pasien

2. Membantu mengurangi faktor penyebab penyakit mental

3. Memberi perawatan ilmiah sebaik mungkin

4. Meningkatkan daya tahan mental semua pria, wanita dan anak

Informasi lainnya

– Tahun 1910

Emil Kraeplin pertama kali menggambarkan penyakit Alzheimer.

– Tahun 1940an

Elektroterapi, merupakan terapi dengan cara mengaplikasikan listrik ke otak. Alat ini mulai digunakan untuk terapi pasien-pasien gangguan kejiwaan di Inggris pada tahun 1940-1950.

– Tahun 1950

Dibentuknya National Association of Mental Health (NAMH). Melalui program televisi, distribusi literature dan media lainnya, NAMH melanjutkan mendidik publik Amerika pada isu-isu kesehatan mental dan mempromosikan kesadaran akan kesehatan mental.

– Tahun 1960-an

• Obat-obat antipsikotik konvensional, seperti haloperidol, digunakan pertama kali untuk mengontrol para penderita psikosis.

• Lithium kemudian ditemukan dan menjadi obat yang merevolusi tritmen bagi penderita manik depresif.

– Tahun 1961

Thomas Szasz membuat tulisan yang berjudul The Myth of Mental Illness, yang mengemukakan bahwa sakit mental merupakan tindakan orang yang secara mental tertekan karena harus bereaksi terhadap lingkungan.

– Tahun 1979

National Association of Mental Health (NAMH) berganti nama menjadi the National Mental Health Association (NMHA).

– Tahun 1990

NMHA memainkan peran penting dalam memunculkan Disabilities Act, yang melindungi warga Amerika yang secara mental dan fisik disabilitas dari diskriminasi pada beberapa wilayah, seperti pekerjaan, akomodasi publik, transportasi, telekomunikasi, dan pelayanan pemerintah pusat dan lokal.

– Tahun 1997

Peneliti mengemukakan bahwa gangguan bipolar ada kaitannya dengan faktor genetik atau keturunan.

Itulah tadi pembahasan mengenai sejarah panjang kesehatan mental dunia yang sekarang diperingati setiap tanggal 10 Oktober. setelah membaca artikel diatas, sedikitnya kita mengetahui bahwa kesehatan mental memiliki sudut pandang yang berbeda dikalangan masyarakat kala itu maupun sekarang yang akan memengaruhi bagaimana cara penanganan terhadap seseorang yang mengalami gangguan mental. Pengaruh budaya yang sudah melekat juga sedikit banyak memengaruhi perjalanan kesehatan mental seperti kepercayaan terhadap takhayul, ilmu sihir, dan dewa-dewa yang dikira dapat menyembuhkan segala jenis penyakit terutama penyakit gangguan mental yang dialami para penderita.

GANGGUAN PSIKOLOGIKESEHATAN MENTAL

Leave a Reply

Your email address will not be published.