TRYPANOPHOBIA: PENGERTIAN – PENYEBAB DAN CARA MENGATASINYA

Posted on

Phobia berasal dari Bahasa Yunani yaitu “Phobos” yang artinya takut. Phobia atau fobia adalah kata yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Phobia sendiri memiliki arti rasa takut pada diri sendiri yang berlebihan terhhadap suatu hal, kejadian, tempat, hewan, benda tertentu atau keadaan tertentu yang biasanya tidak berbahaya.

Berbagai jenis Phobia muncul karena beberapa hal, bisa saja karena trauma, mengalami stress, atau mengalami kejadian-kejadian lain yang menyebabkan rasa takut yang berlebihan. Phobia menyebabkan rasa cemas pada diri manusia, cemas sendiri berarti kekhawatiran yang berasal dari dalam diri manusia tanpa sebab yang jelas. Ada beberapa macam phobia yang ada pada manusia, dalam artikel kali ini kita akan membahas salah satu phobia yaitu trypanophobia.

Apa itu Trypanophobia?

Trypanophobia sendiri adalah ketakutan terhadap lubang-lubang kecil yang berdekatan atau tersusun rapi. Menurut artikel dalam jurnal Telkom university trypanophobia adalah phobia spesifik yang mengacu pada ketakukan atau enggan saat diberikan rangsangan visual yang terdiri dari objek berupa kumpulan benda yang berlubang.

Trypophobia bisa menjadi reaksi yang dikembangkan manusia untuk menghindari sakit. Bahkan dengan hanya melihat gambar dari objek itu semua, orang yang mengidap trypophobia bisa merasa takut. Contohnya bisa saja orang-orang yang menderita fobia ini takut terhadap lubang yang berkempul berdekatan pada sarang lebah, jamur, daging, kayu, tumbuhan seperti stroberi atau spons yang berlubang berdekatan, gelembung-gelembung pada busa shampoo maupun sabun.

Ciri-ciri Orang yang Memiliki Trypanophobia

Ciri-ciri orang yang menderita phobia trypanophobia adalah adanya rasa cemas ketika melihat lubang-lubang kecil yang berkerumun, rasa jijik dan geli saat melihat lubang-lubang kecil yang berkerumun, rasa tak nyaman saat melihat lubang-lubang kecil yang berkurumun, rasa ingin mual dan muntah ketika melihat lubang-lubang kecil yang berkerumun, stress, gatal-gatal, tubuh berkeringat dan bergetar serta napas yang tidak beraturan. Hal ini bisa terjadi karena seseorang mengalami phobia trypanophobia.

Penyebab Timbulnya Trypanophobia

Penyebab timbulnya phobia ini hingga sekarang masih diteliti oleh para peneliti di dunia dan perdebatan apakah jenis phobia tyraphobia bisa diklasifikan kedalam jenis phobia atau tidak. Beberapa ahli mempercayai hubungan ciri khas DNA manusia memang tidak menyukai struktur atau pola berulang adalah dasar seseorang mengalami phobia ini.

Menurut studi pada tahun 2017 jurnal Cognition and Emotion menemukan adanya keterkaitan antara fobia trypanophobia dengan rasa cemas dan depresi pada manusia. Menurut sebuah penelitian yang dimuat pada jurnal Psychological Science di tahun 2013, trypophobia bisa terjadi karena rasa takut yang bertambah semakin parah. Rasa takut ini bermuara pada pada kekhawatiran mengalami penyakit kulit, atau terinfeksi dengan penyakit tertentu yang menyebabkan pola lubang pada tubuh.

Selanjutnya ketika seseorang pernah melihat binatang buas dan berbisa dengan pola lubang-lubang kecil yang terstruktur bisa saja seseorang mengalami phobia ketika melihat pola serupa. Beberapa hewan paling beracun  di bumi, seperti king cobra, ikan buntal, dan katak panah beracun, memiliki pola seperti lubang di kulitnya.

Pola-pola itu seperti itu akan mengganggu orang-orang yang mengidap trypophobia. Penyakit yang menular juga menjadi salah satu penyebab seseorang mengalami phobia trypanophobia, seperti penyakit menular pada kulit yang menyebabkan kumpulan bitnik-bintik atau bentol-bentol yaitu penyakit cacar, campak atau infeksi parasit.

Cara Mengatasi Trypanophobia

Ketika anda mengalami gejala-gejala seperti penjelasan diatas mungkin saja anda mengalami phobia trypanophobia, anda bisa tes atau mendiagnosa sendiri apakah merasa mengalami gejala-gejala di atas ketika melihat lubang-lubang atau gelembung kecil yang berkerumun. Belum ada cara spesifik untuk menangani phobia tyraphobia sendiri, namun cara-cara untuk penanganan phobia pada umumnya bisa digunakan untuk jenis phobia trypanophobia.

Salah satu caranya adalah terapi. Jenis terapi Cognitive Behavioral Theraphy atau CBT yaitu pasien akan membicarakan kepada terapis tentang ketakutan, pasien akan diminta untuk membuat target dan tujuan yang ingin dicapai. Setelah ditentukan target maka pasien akan melakukan sebuah treatment atau aksi untuk mencapai tujuan yang dimaksud. Kemudian relakasi dengan yoga dapat dilakukan untuk mengurangi rasa cemas dan depresi akibat rasa phobia tyrpanophobia.

Meditasi dengan pernapasan penuh perhatian untuk mengurangi rasa stress juga dapat dilakukan seseorang untuk mengurangi phobia trypanophobia. Melakukan aktivitas fisik sederhana atau olahraga dapat mengurangi tingkat kecemasan seoerang, jangan hanya diam diri di tempat tidur. Pola hidup teratur dan istirahat cukup akan menyebabkan berbagai penyakit tidak dapat menghinggap di dalam tubuh, hal ini juga dapat mengurangi rasa cemas atau tingkat strss seseorang, Mengkonsumsi makanan yang sehat dan seimbang juga dapat dilakukan oleh penderita phobia, tidak hanya penderita phobia namun segala penyakit dapat dihindari dengan makanan yang sehat dan seimbang.

Menghindari mengkonsumsi kafein atau zat-zat lain yang bisa mempeburuk kecemeasan seseorang. Memiliki hubungan kondisi keluarga baik, pertemanan sosial yang baik dan lingkungan yang baik dapat mengurangi tingkat kecemasan seseorang. Selain itu, penderita phobia tyrpanophobia juga bisa berkonsultasi dan berobat kepada dokter. Dalam hal ini karena phobia tyrpanophobia juga sangat berkaitan dengan rasa cemas atau depresi, dokter akan memberikan pasien sebuah obat antidepresan.

Oleh karena itu, jika anda merasa mengalami phobia tyranophobia dengan gejala-gejala yang cukup parah, segeralah berkonsultasi dengan psikiater atau dokter untuk mendapatkan penanganan yang baik sehingga hidup anda merasa tenang tanpa adanya ketakutan yang menybabkan kecemasan hingga depresi.

FOBIAGANGGUAN PSIKOLOGITRYPANOPHOBIA

Leave a Reply

Your email address will not be published.