5 PSIKIATER TERBAIK DI INDONESIA SAAT INI

Posted on

Psikiater atau dokter spesialis kejiwaan adalah profesi yang sangat dibutuhkan saat ini. Tidak banyak orang atau bahkan dokter yang berminat menjadi seorang psikiater karena masa studi yang cukup lama, beban kerja yang cukup berat, serta terkadang muncul stigma-stigma negatif terkait dokter yang menjadi psikiater.

Padahal, psikiater berperan penting dalam upaya penanganan suatu kondisi kejiwaan dalam proses prognosis, diagnosis, intervensi, serta pemantauan pada individu dengan gangguan kesehatan mental melalui cara-cara medis. Meskipun demikian, terdapat beberapa dokter yang menunjukkan kesuksesan serta pengaruh positifnya. Berikut adalah 5 psikiater terbaik di Indonesia saat ini:

1. dr. Jiemi Ardian, Sp.KJ

Pengguna Instagram maupun Twitter kemungkinan besar pernah mengetahui nama dr. Jiemi. Beliau adalah seorang psikiater yang sering membagikan pertanyaan, edukasi, serta kalimat-kalimat motivasional kepada pengikutnya di media sosial @jiemiardian seputar topik kesehatan jiwa.

dr. Jiemi merupakan lulusan sarjana Jurusan Kedokteran Universitas Sebelas Maret pada tahun 2013 dan kemudian menjadi dengan spesialis kedokteran jiwa dari universitas yang sama pada tahun 2019. Waktu belajar yang ditempuh memang cukup lama karena tidak mudah mengambil spesialis ini.

Fokus isu beliau adalah depresi, gangguan mood, bunuh diri, self-harm, dan borderline. Sedangkan kemampuan atau ketertarikan klinisnya ada pada psikoterapi, hipnoterapi, suicidology, Dialectical Behavior Therapy (DBT), serta Consultation Liaison Psychiatry.

Saat ini beliau menjadi bagian dari Siloam Hospitals Bogor dan InsightMe.id untuk menjalankan praktiknya. Pada tahun 2020, beliau mendapat kesempatan mengikuti Course on Leadership and Professional Development for Young Psychiatrist yang diselenggarakan oleh World Psychiatrist Association.

2. dr. Dharmawan A. Purnama, Sp.KJ

Pria kelahiran Jakarta ini merupakan seorang psikiater dengan kemampuan di bidang neurofeedback dan mindfulness therapy. Ia adalah lulusan S1 kedokteran dari Universitas Unika Atma Jaya dan kemudian mengambil spesialis di bidang kedokteran jiwa di Universitas Indonesia.

Tidak berhenti di situ, beliau juga sempat mengikuti pendidikan lain terkait psikiatri dari beberapa pelatihan, seperti yang diadakan di Chinese University of Hong Kong, Hong Kong University, serta berbagai tempat lainnya hingga dianugerahi gelar doktoral dalam bidang filsafat dari Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara.

Ketertarikannya dalam dunia kesehatan jiwa bermula dari gangguan psikologis ADHD serta depresi yang pernah ia alami. Beiau merasa, belajar ilmu kedokteran, khususnya kedokteran jiwa membantunya untuk memahami sistem kerja otak terkait gangguan tersebut. Selain itu, beliau juga ingin mengedukasi masyarakat untuk tidak memberikan stigma negatif kepada anak penderita ADHD dan memberikan upaya penanganan yang tepat.

Sampai saat ini, beliau pernah menjadi dosen psikiatri tidak tetap di Universitas Kristen Indonesia, Pengurus PP PDSKJI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia), serta Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Jakarta Utara.

3. dr. Lidya Heryanto, Sp.KJ

dr. Lidya mendapatkan gelar dokternya dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Setelah itu, beliau menjadi staf magang di RSCM dalam divisi Psikiatri Adiksi sebagai co-Behavioural Inventionist. Kemudian mendapatkan gelar spesialis kedokteran jiwa dari universitas yang sama.

Beliau pernah melakukan praktik psikiatri di berbagai tempat, seperti SMC Nous-Alam Sutera, RSUD Balaraja, RS St. Carolus Summarecon Serpong, Ciputra Hospital Citra Raya, dan saat ini ia berpraktik di Eka Hospital BSD. Selain itu, ia juga menjadi penulis dan narasumber bersama klikDokter.com.

Salah satu pengalamannya adalah, beliau pernah berkesempatan menjadi salah satu anggota tim Task Force – Intervention Crisis bersama komunitas Into the Light Indonesia untuk orang-orang yang memiliki masalah kesehatan jiwa dengan pikiran bunuh diri.

4. dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ

Pria yang sekarang melakukan praktik sebagai psikiater di Eka Hospital Bekasi dan Smart Mind Center RS Gading Pluit, Jakarta Utara ini adalah lulusan kedokteran Universitas Indonesia dan spesialis kedokteran jiwa dari universitas yang sama. Tidak hanya itu, ia juga mengikuti hypnotherapy course di ILeader University.

Isu kesehatan mental yang menjadi fokus dr. Andreas adalah depresi, kecemasan, fobia, serangan panik, bipolar, gangguan tidur, hiperaktivitas, konsultasi pernikahan dan pasangan, gangguan kepribadian, pengembangan diri, serta masalah kognitif, psikologis, dan perilaku lainnya.

Beliau memberikan intervensi pada pasien dengan masalah kesehatan psikologisnya melalui psikoterapi dinamik, cognitive behavioral therapy (CBT), mindfulness-based therapy. Selain itu, beliau juga sehari-hari sering berinteraksi dengan masyarakat melalui media sosial dengan panggilan khusus, yakni #sobatoverthinking.

5. dr. Willy Steven, Sp.KJ

dr. Willy merupakan lulusan kedokteran Universitas Tarumanegara pada tahun 2007. Kemudian, pada tahun 2017, beliau berhasil mendapatkan gelar spesialis kejiwaannya dari Universitas Indonesia. Saat ini beliau melakukan praktik di RSU Hermina, Jatinegara, Jakarta Timur. Beliau juga menjadi anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PPDSKJ) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Sebelumnya, beliau pernah menjadi bagian dari Smart Mind Center Consulting di daerah Grogol Petamburan. Kemudian, beliau berpindah ke RSJ Soeharto Heerdjan dengan pasien rawat jalan serta rawat inap dengan berbagai macam kasus kesehatan jiwa.

Sejumlah layanan pernah dilakukan oleh dr. Willy, seperti psikoterapi pada individu atau pasangan, tata laksana gangguan cemas, depresi, skizofrenia, bipolar, diagnosis neuropsychological, transcranial magnetic stimulation (TMS), serta electroconvulsive therapy (ECT).

Demikianlah profil 5 psikiater terbaik di Indonesia saat ini. Pada dasarnya, psikiater-psikiater lain di luar daftar ini juga memberikan kontribusi yang sangat besar bagi masyarakat khususnya di bidang kesehatan mental sehingga kita perlu mendukung serta mengapresiasi hasil kerja keras seluruh psikiater yang ada di Indonesia.

ILMU PSIKOLOGIPSIKIATER

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *