3 DAMPAK HOSPITALISASI PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH DAN CARA MENGATASINYA

Posted on

Hospitalisasi merupakan suatu proses dimana anak diharuskan tinggal atau di rawat di rumah sakit sebab suatau keadaan yang darurat atau terencama untuk melakukan perawatan atau jenis-jenis terapi tertentu sampai anak kembali sehat dan diizinkan untuk kembali ke rumah.

Anak usia pra sekolah merupakan masa-masa pertumbuhan dan perkembangan yang di mulai dari usia 2,5-5 tahun. Dampak yang akan ditimbulkan oleh hospitalisasi terhadap rentang usia tersebut adalah ketakutan, stress, cemas, menjerit dan menangis saat ditangani oleh petugas kesehatan, tidak bisa tidur dengan nyenyak sebab lingkungan baru yang sangat terasa asing bagi anak, serta tidak ingin lepas atau berpisah walau sebentar dari orang tua.

Pada saat anak usia pra sekolah mengalami hospitalisasi stres yang mereka rasakan juga akan menimbulkan anak tidak mengenali lingkungan, hilangnya kontrol diri, agresif, menarik diri, takut saat akan di periksa oleh petugas kesehatan. Hal tersebut tentu akan berdampak pada anak yang akan mengalami gangguan emosional, somatik, dan psikomotor.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini merpakan penjelasan mengenai dampak hospitalisasi pada anak usia pra sekolah.

1. Merasa cemas dan ketakutan

Pada anak usia pra sekolah yang sebagian waktunya lebih banyak dihabiskan bersama keluarga, tentu saja tinggal sementara di rumah sakit untuk menjalankan perawatan adalah hal yang menakutkan.

Selain karena rasa takut akan rasa sakit yang di deritanya, melakukan segala macam perawatan seperti meminum obat yang rasanya pahit atau luka/penyakit yang tak kunjung sembuh menjadi salah satu faktor kecemasan yang dirasakan oleh anak.

Biasanya mereka akan menunjukkan ketakutannya dengan menangis atau mengamuk pada dokter, perawat, atau bahkan orang tua.

2. Hilangnya kontrol diri

Dampak yang ditimbulkan hospitalisasi pada anak usia pra sekolah juga dapat menyebabkan anak kehilangan kendali pada dirinya. Hal itu disebabkan karena anak menjadi memiliki keterbatasan fisik dan ruang gerak mereka untuk beraktifitas.

Rasa nyeri yang anak rasakan juga dapat memengaruhi hilangnya kontrol diri tersebut, sehingga anak anak cenderung menangis, lebih banyak diam, atau bahkan meronta/mengamuk.

Selain itu, pikiran-pikiran negatif juga bisa menguasai diri mereka sebab biasanya anak-anak selalu membesar-besarkan suatu hal yang sebenarnya tidak terlalu parah.

3. Takut akan perpisahan

Ketakutan terbesar yang dirasakan anak usia pra sekolah akibat hospitalisasi adalah perpisahan. Rasa takut tinggal sendirian tanpa ada orang tua dan teman-teman sebayanya membuat mereka diliputi ketakutan dan kegelisahan.

Anak-anak pada usia pra sekolah biasanya agak sulit untuk nyaman dan dekat pada orang lain, sehingga itu menimbulkan rasa sulitnya mereka bersosialisasi pada lingkungan rumah sakit yang sangat asing baginya.

Akibat hal itu, anak akan menudah stres, selain itu mereka juga akan melakukan tindakan yang berharap dapat menarik perhatian orang tua dengan menolak makan, menangis, selalu bertanya kapan orang tua atau orang terdekat menjenguknya, dan menolak banyak berbicara pada siapapun.

Oleh sebab itu, untuk mengatasi dampak dari hospitalisasi pada anak usia pra sekolah ada baiknya Anda juga membaca cara mengatasi dampak hospitalisasi tersebut sebagai berikut:

Cara Mengatasi Dampak Hospitalisasi Pada Anak Usia Pra sekolah
Perawat harus bisa membuat anak nyaman dengan keberadaannya supaya proses penyembuhan berjalan dengan lancar dan anak tidak merasa ketakutan lagi saat berada disekeliling petugas kesehatan yang sedang memberikan perawatan kepada anak.
Orang tua harus lebih mencurahkan kasih sayang dan perhatiannya kepada anak agar anak merasa tenang dan aman saat berada di rumah sakit yang terasa asing bagi anak.
Orang tua harus lebih sering mengulas pennjelasan yang telah disampaikan oleh dokter atau perawat kepada anak, bahwa dengan mengikuti aturan-aturan yang diberikan dapat membust snak akan lekas sembuh. Serta, imajinasi-imajinasi mengerikan tentang rumah sakit dan juga penyakit yang dideritanya tidaklah benar.
Perawat dapat membantu memberikan penyuluhan atau konsultasi psikologi mengenai kesehatan kepada orang tua dan anak agar mereka paham bahwasannya mengikuti pengobatan dan terapi secara rutin akan membuat anak dapat segera pulih.

Sebagai seorang konselor, perawat juga dapat membuka sesi konseling kepada anak dan orang tua dengan mendengarkan segala keluhan mereka, memberikan mereka motivasi, dukungan, dan semangat yang dibutuhkan oleh anak dan orang tua.

Dampak yang ditimbulkan oleh hospitalisasi pada anak memang sedikit lebih rumit daripada orang dewasa yang sudah bisa mengontrol gangguan emosional yang mereka rasa, sebab berbagai jenis gangguan emosional pada anak lebih rentan terjadi dibandingkan orang dewasa.

Anak-anak akan cenderung langsung menunjukkan pengaruh hospitalisasi tersebut dengan menangis, meronta, ataupun menolak makan.

Maka, dengan penjelasan dan solusi seperti salah satunya adalah dengan orang tua yang selalu ada untuk mendampingi anak disetiap kesakitan yang dirasakannya atapun disaat anak sedang menjalankan berbagai terapinya, semoga dapat sedikit membantu untuk Anda mengatasi dampak hospitalisasi pada anak Anda yang masih usia pra sekolah.

ANAK USIA PRASEKOLAHCARA MENGATASI HOSPITALISASIDAMPAK HOSPITALISASIDAMPAK HOSPITALISASI ANAKHOSPITALISASI PADA ANAK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *