KONSEP BELAJAR DALAM PSIKOLOGI PENDIDIKAN

Posted on

Guru adalah agen pendidik dimana ia harus memiliki kemampuan bagaimana murid dapat belajar dengan baik untuk mengembangkan proses pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan dan harus menguasai teori psikologi kepribadian untuk memahami bentuk watak serta jenis-jenis kepribadian dari peserta didik.

Kemampuan tersebut bisa didapat guru dari keahliannya untuk menguasai konsep dasar belajar yang bisa diterapkan dalam kegiatan pembelajaran. Demikian juga dengan memahami dan menerapkan konsep dasar belajar dengan baik, maka tujuan dari belajar dan pembelajaran akan dapat tercapai sehingga peserta didik dapat mengikuti pembelajaran dengan lebih efektif.

Berikut ini adalah ulasan lengkap mengenai psikologi pendidikan tentang konsep dasar belajar.

Pengertian Belajar
Teori Behavioristik

Belajar adalah berubahnya tingkah laku akibat adanya interkasi antara stimulus dan respon. Inti belajar adalah kemampuan seseorang dalam merespon stimulus yang datang kepadanya.

Teori Kognitif

Belajar adalah proses membangun sebuah persepsi seseorang dari adanya objek yang dilihat. Belajar menurut teori kognitif tersebut lebih mementingkan proses daripada hasil yang dicapai.

Teori Konstruktivis

Belajar adalah upaya memahami atau membentuk persepsi akan pengalaman yang dialami peserta didik atau bisa disebut juga dengan belajar adalah sesuatu yang memberikan pengalaman nyata bagi peserta didik.

Nasution M.A

Belajar adalah berubahnya perilaku, pengalaman dan latihan yang membentuk kecakapan, kebiasaan, pengertian, minat dan penyesuaian diri.

Sardiman A.M

Belajar adalah proses merubah tingkah laku dengan melakukan berbegai kegiatan seperti membca, mengamati, mendengarkan, meniru dan sebagainya.

S. Suryabrata

Belajar adalah berubahnya kecakapan baru melalui usaha tertentu melalui sebuah proses atau yang biasa disebut dengan pendidikan.

Ngalim Purwanto

Belajar adalah berubahnya tingkah laku seseorang akibat dari pengalaman yang berulang-ulang

M.Dalyono

Belajar adalah usaha melakukan perubahan tingkah lalu, sikap dan perbuatan sehingga peserta didik dapat mendapatkan kepribadan yang diinginkan.

Dr. Oemar Hamalik

Belajar adalah proses menerima pengetahuan yang didapatkan dari pengamatan peserta didik terhadap lingkungan sekitarnya.

Wasty Soemanto

Belajar adalah proses menggunakan berbagai bentuk perbuatan secara aktif dan integratif untuk mencapai suatu tujuan.

Konsep Dasar Belajar Melalui Psikologi Pendidikan

Sudah disinggung di atas berbagai pengertian tentang belajar bahwa pada hakekatnya belajar adalah faktor utama dari usaha pendidikan. Tanpa belajar tidak akan pernah ada pendidikan. Belajar adalah salah satu kajian paling utama dari metode psikologi pendidikan atau psikologi belajar.

Konsep dasar belajar adalah kegiatan yang menggunakan unsur fundamental pada setiap jenis dan jenjang pendidikannya. Berhasil atau tidaknya pendidikan peserta didik tergantung dari proses belajar dan teori psikologi perkembangan saat berada pada lingkungan sekolah atau di lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, konsep dasar belajar sangat dibutuhkan oleh pengajar.

Kekeliruan persepsi akan konsep dasar belajar bisa berakibat pada mutu hasil belajar yang didapatkan oleh peserta didik sesuai dengan macam-macam kecerdasan manusia yang beragam. Hindari terlalu menekan peserta didik dengan berlebihan sebab akan menimbulkan gangguan kepribadian menghindar, ciri-ciri depresi ringan dan gangguan disosiatif  yang berbahaya.

Ragam Belajar

Berikut adalah beberapa ragam belajar yang muncul dalam dunia pendidikan :

Ragam abstrak adalah belajar memecahkan masalah dengan berfikir secara abstrak. Misalnya adalah belajar matematika, kimia, kosmografi, astronomi dan juga materi agama seperti tauhid.
Ragam sosial adalah belajar memahami masalah sosial seperti masalah keluarga, persahabtan, kelompok dan masalah kemasyarakatan.
Ragam pemcahan masalah adalah belajar dengan metode ilmiah, berifikir sistematis, logis, teratur dan teliti untuk memecahkan masalah secara rasional dan tuntas.
Ragam rasional adalah belajar dengan berfikir secara logis dan rasional dimana belajar ini sangat erat kaitannya dengan belajar pemecahan masalah.
Ragam keterampilan adalah belajar dengan gerakan motorik yang berhubungan dengan urat syaraf dan otot, misalnya belajar olahraga, musik, menari, melukis dan sebagian study agama seperti shalat dan mengaji.
Ragam kebiasaan adalah pembentukan kebiasaan baru atau memperbaiki kebiasaan lama agar peserta didik mendapatkan sikap baru yang lebih positif.
Metode Belajar

Perlu diketahui bahwa seseorang memiliki metode belajar yang berbeda-beda yaitu :

Visual

Ciri belajar visual adalah :

Belajar cepat
Menjawab pertanyaan dengan singkat
Senang akan seni
Mengantuk jika penjelasannya panjang lebar
Auditorial

Ciri belajar auditorial adalah :

Berbicara dengan diri sendiri
Senang musik daripada seni
Suka berdiskusi
Berbicara dengan penjelasan panjang lebar
Kinestetik

Ciri belajar kinestetik adalah :

Berbicara dengan perlaham
Banyak gerak
Menghafal dengan belajar dan melihat
Banyak menggunakan bahasa tubuh

Tingkah Laku dalam Belajar

Sedangkan tingkah laku yang termasuk dalam aktivitas belajar adalah memiliki ciri berikut ini :

perubahan terjadi secara sadar
perubahannya berlanjut dan fungsional
perubahan ke arah positif fan aktif
perubahannya bersifat permanen
perubahannya terarah dan tertuju
perubahannya mencakup seluruh tingkah laku
Hasil Belajar

Moh Surya (1997) mengemukakan bahwa hasil belajar ditandai dengan ciri berikut ini :

Kebiasaan yakni peserta didik yang awalnya menggunakan kata yang keliru akhirnya terbiasa menggunakan kata yang baik
Keterampilan seperti menulis dan berolahraga
Pengamatan yakni menerima, menafsirkan dan memberi rangsangan melalui indera-indera
Berfikir asosiatof yakni berfikir dengan menggunakan daya ingat
Berfikir rasional dan kritis yakni sikap menjawab pertanyaan dengan kritis
Sikap yakni bereaksi dengan baik sesuai dengan pengetahuan dan keyakina
Inhibisi yakni menghindari hal yang mubadzir
Apresiasi yakni menghargai karya-karya yang bermutu
Perilaku afektif yakni perilaku yang berkaitan dengan perasaan takut, marah, sedih, gembira, kecewa dan sebagainya.

Belajar bisa juga disebut dengan sikap untuk menangkap isi dan pesan belajar menggunakan kemampaun-kemampuan yakni :

Kognitif adalah kemampuan yang berkaitan dengan pengetahuan, penalaran dan pikiran dari pengetahuan, pemahaman, penerapan analisis dan evaluasi
Efektif adalah kemampuan yang bekaitan dnegan perasaan, emosi dan reaksi yang terdiri dari penerimaan, partisipasi, sikap organisasi dan pembentukan pola hidup
Sikromatik adalah kemampuan ketrampilan jasmani yag terdiri dari persepsi, kesiapan, gerakan dan kreatifitas.

Teori belajar secara psikologis dibedakan menjadi tiga yaitu :

Teori disiplin mental adalah teori yang menganggap bahwa belajar akan mendisiplinkan atau melatih mental siswa.
Teori behaviorisme adalah teori yang mengutamakan bagian kecil yang bersifat mekanisme, menekan peran lingkungan dan menentukan kepentingan latihan
Teori cognitive adalah teori untuk meneliti menggunakan metode pengertian bukan hafalan di sekolah

Syarat agar peserta didik mencapai hasil belajar adalah :

Kemampuan berpikir tinggi
Menimbulkan minat tinggi akan pelajaran
Bakat dan minat khusus
Menguasai bahan-bahan yang diperlukan dalam proses belajar
Menguasai salah satu bahasa asing
Ekonomi yang memadai
Menguasai teknik belajar yang aman di sekolah maupun di luar sekolah
Faktor Belajar

Sedangkan M. Surya (1979, 39-40) menjelaskan bahwa faktor belajar terdiri dari faktor internal yang terdiri dari :

Faktor fisiologis atau jasmani misalnya pendengaran, penglihatan dan sebagainya
Faktor psikologis terdiri dari faktor intelektif (intelegensi dan bakat) serta faktor non intelektif (sikap, minat, kebiasaan, kebutuhan, motivasi, konsep diri, penyesuaian diri, emosional dan sebagainya)

Sedangkan pada faktor eksternal terdiri dari :

Sosial
Lingkungan keluarga, sekolah, teman, masyarakat, budaya, adat istiadat, ilmu pengetahuan dan teknologi

Menurut Muhibbin Syah (2001:132-139), faktor yamg mempengaruhi belajar adalah :

Faktor internal yaitu faktor yang timbul dari dalam diri siswa baik itu jasmani maupun rohani atau pada aspek fisiologis (anggota tubuh) dan aspek psikologis (intelegensi, sikap, bakat, minat dna motivasi siswa)
Faktor eksternal yaitu faktor yang datang dari luar siswa seperti lingkungan sosial (keluarga, guru, masyarakat, teman) dan lingkungan non-sosial (rumah, sekolah, alam)
Faktor pendekatan belajar yaitu upaya siswa berupa strategi dan metode dalam kegiatan pembelajaran materi pelajaran

Demikian konsep dasar belajar dalam psikologi pendidikan. Tingkatkan pengetahuan cara meningkatkan prestasi belajar  atau cara mendidik anak agar cerdas untuk pendidikan yang lebih baik. Semoga bermanfaat.

FAKTOR BELAJARKONSEPKONSEP BELAJARPENDIDIKANPSIKOLOGI PENDIDIKAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *