PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP HASIL BELAJAR ANAK

Posted on

Belajar adalah kegiatan yang pasti pernah dilakukan manusia, baik secara formal maupun nonformal. Manusia memerlukan sumber pengetahuan untuk dipelajari dan juga lingkungan belajar. Menurut Winkel (1996), lingkungan belajar adalah tempat untuk mendapat pengetahuan, keterampilan, pemahaman, serta sikap yang mendorong individu untuk berkembang. Sedangkan Suciati, dkk. (2007) dalam Marwan (2013) berpendapat bahwa lingkungan belajar merupakan situasi di sekitar individu ketika sedang belajar.

Lingkungan ini tidak sekadar terkait dengan ruang atau tempat seseorang belajar, tetapi juga kondisi sosial di sekitarnya. Tidak hanya itu, selain lingkungan institusi pendidikan, rumah serta lingkungan sekitar individu yang menjadi tempatnya berkembang juga dapat menjadi tempat untuk belajar.

Lingkungan ini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi bagaimana proses pembelajaran seseorang hingga mencapai prestasi belajar. Prestasi belajar ini merupakan hasil yang didapat individu dari proses belajar yang ia lakukan, seperti memperhatikan pemaparan, mengerjakan tugas, melakukan praktik, dan sebagainya (Tu’u, 2004). Untuk mengetahui prestasi belajar, diperlukan suatu tes atau ujian yang dapat menunjukkan perbedaan kemampuan individu setelah melalui proses pembelajaran.

Ki Hajar Dewantara dalam Munib (2015) menyebutkan tiga pusat pendidikan, yakni lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan pemuda. Tidak jauh berbeda, Slameto (2013) dalam Khoirunisa (2019) juga mengklasifikasikan lingkungan belajar menjadi tiga, serta menyebutkan pengaruhnya terhadap prestasi belajar anak, di antaranya:

1. Lingkungan Keluarga

Keluarga merupakan tempat pertama individu belajar sejak ia lahir ke dunia. Adanya lingkungan keluarga penting untuk menanamkan nilai-nilai dan pengetahuan mendasar sebelum masuk ke masa sekolah. Lihat juga: 13 Pengertian Keluarga Menurut Para Ahli yang Perlu dipahami.

Pola asuh dan cara orangtua dalam mendidik anak
Orangtua yang suportif dengan cara-cara yang disukai anak dapat memotivasi anak untuk lebih semangat belajar dan tidak mudah menyerah ketika dalam masa sulit. Sedangkan orangtua yang cenderung tak acuh, anak menjadi lebih sesukanya sendiri sehingga hasil belajar yang optimal sulit dicapai. Lihat juga: 12 Pentingnya Pola Asuh Pada Anak Usia Dini.
Relasi antaranggota keluarga
Selain orangtua, hubungan antara individu dengan anggota keluarga lain juga dapat mempengaruhi hasil belajar. Hubungan yang positif dan harmonis membuat individu dapat belajar dengan baik. Selain itu, Alfred Adler percaya bahwa urutan kelahiran dalam keluarga mempengaruhi ciri kepribadian seseorang (Alwisol, 2019). Kepribadian tersebut dapat mempengaruhi motivasi belajar individu.
Kondisi finansial keluarga
Meskipun tidak ada jaminan individu dengan kondisi finansial tertentu pasti memiliki hasil belajar tertentu juga. Namun, hal ini tetap dapat mempengaruhi individu dalam motivasi belajarnya yang berkaitan dengan kesempatan mendapatkan fasilitas, sarana, dan prasarana untuk belajar. Apapun kondisi yang dimiliki, hal yang mengarahkannya pada hasil baik atau tidak tetap tergantung dari bagaimana individu melihat kondisinya tersebut
Nilai, norma, dan budaya yang dimiliki keluarga
Setiap keluarga memiliki latar belakang kebudayaan serta penerapan nilai dan norma yang berbeda. Sekali lagi, meskipun masih ada faktor lain yang membuat individu berprestasi atau tidak, tetapi penanaman kebiasaan yang baik sejak dini dapat mendorong motivasi seseorang untuk belajar dengan baik. Lihat juga: 14 Peran Orang Tua Dalam Menanamkan Nilai Agama Sejak Dini.
Keadaan di sekitar rumah
Kondisi rumah serta lingkungan sekitar yang kondusif dapat membuat individu lebih nyaman untuk belajar. Hal ini tentu dapat menciptakan suasana hati yang baik sehingga minat untuk belajar meningkat.
2. Lingkungan Sekolah

Setelah memiliki usia yang cukup, individu akan mulai bersekolah dan mendapatkan pengetahuan serta pengetahuan baru dari guru, siswa, serta warga sekolah lainnya dengan sistem yang sudah ditetapkan.

Metode pembelajaran
Setiap sekolah pasti memiliki metode pembelajaran, baik dalam bentuk kurikulum, teknik pengajaran, maupun aturan-aturan lainnya. Metode ini penting karena menjadi poses yang akan dilewati individu untuk mencapai hasil belajar. Selain itu, kompetensi tenaga pendidik juga dapat mendukung metode pembelajaran agar dapat terlaksana dengan efisien dan efektif. Lihat juga: 17 Jenis – jenis Metode Pembelajaran Umum.
Relasi dengan guru dan siswa lain
Hubungan dengan orang lain di sekolah seperti guru dan siswa lain, baik itu teman, kakak kelas, atau adik kelas juga dapat mempengaruhi hasil belajar individu. Hubungan dengan orang lain yang memiliki pengaruh positif membantu individu untuk lebih berkembang. Sementara pengaruh yang negatif tentu saja menjauhkan individu dari prestasi belajar, terlebih jika individu tidak mampu untuk tetap berprestasi.
Fasilitas sekolah
Fasilitas sekolah yang lengkap dapat menunjang proses pembelajaran siswa agar semakin maksimal. Selain itu, fasilitas sekolah juga harus nyaman digunakan oleh peserta didik. Misalnya, bersih, memiliki sirkulasi udara yang baik, terdapat pencahayaan yang cukup, serte jauh dari keramaian atau kebisingan.
3. Lingkungan Masyarakat

Selain lingkungan rumah dan sekolah, terdapat lingkungan masyarakat yang ada di sekitar individu tumbuh dan berkembangan. Kondisi lingkungan masyarakat yang baik atau kurang baik dapat mempengaruhi hasil belajar individu.

Kegiatan sosial
Selain mempelajari ilmu pengetahuan, penting juga bagi individu untuk memiliki pengalaman dalam kehidupan sosial. Penting bagi individu untuk memilih kegiatan mana yang positif dan negatif. Kegiatan sosial yang positif, seperti kerja bakti atau menjadi sukarelawan dapat meningkatkan kemampuan berpikir individu secara langsung. Lihat juga: 6 Cara Melatih Keterampilan Sosial Pada Anak dalam Psikologi.
Media massa dan media sosial
Saat ini, media massa terutama media sosial menjadi lingkungan yang paling penting bagi hampir setiap orang. Media sosial merupakan tempat untuk berkomunikasi, mendapat informasi, dan memberikan informasi. Penggunaan media sosial yang bijak dapat membantu individu untuk meningkatkan pengetahuannya di luar ilmu yang didapat dari sekolah.
Media massa dan media sosial
Budaya masyarakat, utamanya di Indonesia sangat beragam. Individu akan melihat bagaimana orang-orang di sekitarnya berperilaku. Perilaku yang baik dapat mendorong individu untuk melakukan hal-hal yang positif untuk meningkatkan prestasinya. Budaya yang kurang baik tidak membuat individu menjadi buruk, tetapi tetap tidak mendukung sehingga sulit untuk seseorang bisa berprestasi. Lihat juga: Dampak Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental.

Demikianlah pengaruh lingkungan terhadap hasil belajar anak. Ciptakanlah lingkungan yang positif dan dapat mendukung untuk terus berprestasi.

LINGKUNGAN BELAJARPRESTASIPSIKOLOGI PENDIDIKAN

Leave a Reply

Your email address will not be published.