12 PERAN SAHABAT DALAM PERKEMBANGAN EMOSI REMAJA

Posted on

Semua sahabat di semua umur tentu memiliki sahabat ya sobat, baik itu yang seumuran atau tidak. Sahabat tentu menjadi teman yang baik yang seharusnya bisa dsahabatndalkan dalam keadaan apapun, susah dan senang, hidup memang terasa lebih bahagsahabat ketika memiliki lebih banyak sahabat sebab memiliki banyak hal untuk berbagai dan bersenang senang atau ketika membutuhkan pertolongan.

Nah sobat, tentu sobat pernah mendengar bahwa pergaulan adalah salah satu penentu dari jati diri  yakni jika bergaul dengan sahabat baik maka akan ikut menjadi baik dan jika bergaul dengan sahabat yang jahat maka sedikit banyak tetap akan terpengaruh dengan kejahatannya atau setidaknya terkena imbas dari kejahatan dan sikap tidak baiknya tersebut. (Baca juga mengenai cara menjaga keharmonisan persahabatan).

Walaupun memang remaja tentunya punya prinsip masing masing ya sobat, namun hal tersebut tetap akan memberikan pengaruh, mungkin sobat pernah membuktikannya sendiri, bagaimana sobat bergaul, itulah diri sobat sebab sahabat cenderung lebih nyaman bergaul dengan yang setipe dengannya sehingga lebih nyaman ketika berkomunikasi. (Baca juga mengenai cara menjaga persahabatan).

Sedangkan remaja sendiri tentu umumnya memiliki banyak teman dimana antara teman temannya tersebut menjadi sahabat terdekat atau sahabat. Tentu sobat mengerti bukan bahwa remaja terkadang memiliki emosi yang menggebu, nah sobat, ternyata ada pengaruh antara emosi remaja dan sahabat, berikut selengkapnya. 12 Peran Sahabat dalam Perkembangan Emosi Remaja.

1. Emosi Mengenai Aturan

Sahabat baik akan membuat remaja lebih mengenal nilai nilai dan aturan sosiall yang berlaku sehingga mampu membedakan mana yang pantas dan mana yang tidak dalam melakukan sesuatu, sahabat yang baik tentu akan mengajak kebaikan pada sahabatnya seperti mengajak mengikuti peraturan sekolah dan mengajak mengikuti sopan santun yang berada di lingkungannya. (Baca juga mengenai peran remaja dalam melestarikan budaya Indonesia).

2. Menghargai Sesama

Sahabat akan memberi kesadaran tentang sikap untuk lebih mengenal sifat masing masing sahabat sekaligus menyadari bahwa tiap orang memiliki keunikan yang masing masing perlu dihargai sehingga tidak perlu emosi ketika mengalami perbedaan perdapat dsb. (Baca juga mengenai peran remaja dalam mengisi kemerdekaan).

3. Rasa Percaya Diri yang Positif

Mampu menyesuaikan diri dalam berinteraksi dengan banyak sahabat sehingga mampu meningkatkan rasa percaya diri adalah salah satu peran sahabat yang baik, yakni menyadaran bahwa sesuatu yang positif baik untuk ditampilkan dan dibanggakan dan sepatutnya malu jika melakukan kesalahan atau kerusakan. (Baca juga mengenai cara remaja menghadapi era globalisasi).

4. Memilih Teladan

Mampu membentuk sifat yang baik yang bisa diterima di berbagai lapisan masyarakat sehingga bisa tumbuh dan berkembang menjadi sosok remaja yang pantas diteladani juga sebuah manfaat dari sahabat yang baik, hidup dan masa remaja akan fokus pada pada keinginan untuk meniru yang baik dan menghindari yang buruk.

5. Semangat Belajar

Sahabat yang malas akan membuat hilangnya semangat belajar dan cenderung malas dan menyukai hal hal yang melanggar aturan sosial seperti merasa bangga jika menjadi remaja nakal yang tidak mengikuti aturan sekolah, tentu hal tersebut juga akan memberi pengaruh buruk pada emosi seperti mudah memberontak atau sulit diatur.

6. Rencana Masa Depan

Suramnya masa depan akibat terjerumus dalam dunia kelam, seperti: kecanduan narkoba, terlibat dalam tindak kriminal dsb wajib dihindari remaja dengan cara memilih sahabat yang baik sehingga memiliki pandangan dan rencana masa depan baik sejak dini.

7. Emosi dengan Masyarakat Sekitar

Remaja yang nakal umumnya akan dijauhi masyarakat sekitar karena perilaku tidak sesuai dengan nilai/ aturan sosial yang berlaku dan dianggap tidak memiliki sopan santun, sebab itu emosi remaja dalam hal ini harus dikendalikan dengan cara mengarahkan pada pergaulan dan hubungan yang baik dengan semua orang.

8 Kepribadian

Membangkitkan kesadaran kepada remaja bahwa apa yang telah sahabatnya lakukan adalah menyimpang itu perlu dilakukan. Kadangkala perilaku menyimpang tidak menyadari bahwa apa yang telah sahabatnya lakukan salah sehingga remaja hanya meniru saja. Kadang remaja belum punya kesadaran bahwa apa yang dilakukan selama ini keliru misalnya, remaja yang tidak menyadari bahwa merokok itu tidak baik bagi kesehatannya.

9. Lingkungan Pergaulan

Memutuskan rantai yang menghubungkan antara remaja dengan lingkungan yang menyebabkan sahabat berperilaku menyimpang. Hal ini dapat dilakukan dengan memindahkan remaja tersebut dari lingkungan pergaulannya dan membawa ke kancah pergaulan baru.

Hal ini tidaklah mudah, sebab kadangkala yang bersangkutan tidak mampu menyesuaikan diri di tempat lingkungannya yang baru atau justru lingkungan baru yang tidak mampu menerimanya, namun hal ini lebih baik daripada membiarkan remaja berada dalam lingkungan persahabatan yang salah.

10. Emosi terhadap Pengawasan

Remaja tentu sering merasa senang ketika ia merasa bebas dan tidak diawasi, hal ini tidak lain terjadi karena kebiasaan dan pengaruh sahabat di sekitarnya, jika remaja tersebut baik tentu ia lebih suka untuk diawasi agar memiliki pegangan dan diingatkan ketika salah. Melakukan pengawasan sebagai kontrol secara terus-menerus agar remaja terhindar dari perilaku,

yang menyimpang perlu dilakukan orang tua walaupun kadang membuat remaja emosi. Pengawasan harus dilakukan oleh sahabat yang disegani, sehingga remaja tidak berani mengulangi perbuatannya yang salah, sebab itu penting untuk mendekatkan remaja dengan sosok sahabat yang baik yang juga bisa memberikan pengaruh baik untuk remaja lainnya.

11. Saling Memberi Konseling

Lingkungan sahabta yang baik akan saling melakukan konseling atau nasehat secara lembut dan mngarah pada kebaikan, sehingga remaja tidak merasa bahwa sahabat di bawah proses kemajuannya. Melibatkan remaja dalam acara keagamaan sesuai dengan keyakinan yang sahabat anut merupakan salah satu cara yag dapat dilakukan untuk membuka pikiran remaja mengenai apa yang baik dan apa yang buruk.

12. Hubungan dengan Jiwa

ketenangan jiwa tentu akan didapat jika segala sesuatu dilakukan dengan benar sehingga tidak menibulkan masalah pada diri sendiri maupun pada orang di sekitar, sahabat memiliki peran untuk memberikan ketenangan jiwa tersebut dimana jika berada dalam lingkungan yang nyaman dan benar akan memberikan jiwa yang tenang begitu juga sebaliknya.

Demikian yang dapat penulis sampaikan, semoga menjadi wawasan berkualitas dan motivasi sobat semua untuk memilih teman yang baik untuk bergaul sehingga bisa memberikan manfaat positif bagi sobat. Terima Kasih. Salam sahabat sejati.

PSIKOLOGI REMAJAPSIKOLOGI SOSIALREMAJASOSIALSTUDI ILMU PSIKOLOGITEORI PSIKOLOGI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *